Studi Mengejukan Efek Lingkungan Kerja Buruk Pada Pola Asuh Anak

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 21 Oktober 2019 07:43
Studi Mengejukan Efek Lingkungan Kerja Buruk Pada Pola Asuh Anak
Ibu bekerja yang mendapatkan perlakuan tak menyenangkan bisa bersikap otoriter terhadap sang anak.

Dream – Perlakuan kasar itu sesekali akan muncul di lingkungan kantor mana pun. Sedihnya, kondisi ini akan berpengaruh terhadap perempuan yang menjadi korban, apalagi jika dia sudah berkeluarga.

Dikutip dari studyfinds, Sabtu 19 Oktober 2019, perlakuan yang dialami perempuan akan berdampak langsung kepada praktik pengasuhan yang lebih ketat dan otoriter di rumah. Studi ini dilakukan Carleton University dan telah dipresentasikan pada konvensi tahunan American Psychological Association pada 2018.

“ Perlakuan buruk di tempat kerja mengganggu interaksi ibu anak yang positif. Penelitian ini juga ‘berbicara’ kepada kelompok korban tidak langsung, yaitu anak-anak,” kata peneliti Carleton Univeristy, Angela Dionisi.

Para peneliti mendefinisikan ketidaksopanan di tempat kerja sebagai perilaku yang kasar, tidak sopan, atau perilaku lain yang melanggar aturan hormat di tempat kerja yang normal dan mengungkapkan kurangnya kepedulian terhadap orang lain. Misalnya, hinaan, menghindari seseorang, atau mengeluarkan orang dari tim.

Rekan peneliti, Kathryne Dupre, mengatakan hasil dari ketidaksopanan di tempat kerja sangat luas dan negatif. Contohnya, sang “ korban” akan merasa lebih stres dan mengalami gangguan fokus kerja.

1 dari 7 halaman

Bagaimana Hubungannya dengan Pengasuhan Anak?

Studi ini melibatkan 146 ibu yang bekerja. Setiap ibu ditanya tentang pengalaman pribadi yang dialami berkaitan dengan ketidaksopanan di tempat kerja. Lalu, mereka juga ditanya seberapa efektif ibu bekerja ini percaya bahwa mereka adalah orang tua. Pasangannya juga ditanya apakah istri mereka memiliki perilaku pengasuhan negatif atau permisif negatif.

Hasil survei menunjukan hubungan yang signifikan antara ketidaksopanan di tempat kerja dengan pengasuhan yang otoriter di antara ibu yang bekerja. Namun, tak ada hubungannya dengan pengasuhan yang permisif atau lebih lunak.

Perilaku yang diterima para wanita ini membuat mereka perlu untuk terlibat dalam strategi pengasuhan yang lebih ketat. Orang tua yang otoriter menuntut anak-anak mereka, tapi gagal memberikan umpan balik dan pengasuhan.

Mereka justru menghukum dengan keras untuk pelanggaran terkecil. Pengasuhan anak secara mikro ini hampir terjadi di setiap aspek kehidupan anak dan merupakan sifat umum di kalangan otoriter.

“ Penelitian menunjukkan pola asuh otoriter lebih merupakan gaya pengasuhan negatif dibandingkan dengan gaya pengasuhan lainnya,” kata Dupre.

Anak akan menjadi agresif, takut atau malu kepada orang lain, atau mengalami kesulitan berinteraksi. Malah, anak juga bisa depresi dan cemas serta berjuang untuk mengendalikan diri.

2 dari 7 halaman

Kaget dengan Dampak Negatif

Pada dasarnya, para penulis kajian ini kaget dengan betapa meluasnya efek kekasaran di tempat kerja kepada ibu yang bekerja. Hal ini mengingat fakta bahwa masyarakat menganggap ketidaksopanan seperti itu tak berbahaya.

“ (Perilaku) itu tidak menyenangkan dan membuat frukstrasi,” kata Dupre.

Tim peneliti berharap bahwa pekerjaan mereka bisa mendorong organisasi dan perusahaan lebih paham. Mereka juga berharap perusahaan bisa mencegah bentuk penganiayaan di tempat kerja. 

3 dari 7 halaman

4 Keuntungan Jadi Aktivis di Kampus, Berguna untuk Karier

Dream – Menjadi seorang aktivitis di kampus memang bukan pilihan yang mudah dan nyaman bagi banyak orang. Tapi, tak bisa dipungkiri menjadi seorang aktivis bisa membawa banyak pengaruh dalam karier kamu.

Lantas apa saja keuntungan yang bisa didapatkan seorang aktivis dalam berkarier?

Dikutip dari Karir.com, Senin 30 September 2019, pertama, pengalaman organisasi. Menjadi seorang aktivis berkaitan erat dengan kegiatan organisasi kampus dan juga UKM.

Pengalaman berorganisasi nantinya akan berguna saat berkarier di perusahaan yang biasanya mengharuskan pegawai untuk lebih luwes bekerja antar divisi.

 

 

Fondasi yang sudah terbentuk sebagai seorang aktivis di kampus akan memudahkan kamu masuk dalam berbagai kondisi di dalam perusahaan.

Kedua, terbiasa berpikir kritis. Seorang aktivitis yang sudah terbiasa untuk berpikir kritis tentang kondisi yang ada. Ini merupakan sebuah nilai plus yang harus dimiliki oleh seorang fresh graduate.

Karena pada akhirnya perusahaan akan membutuhkan ide-ide segar dan baru untuk mencapai visi yang sudah ditentukan. Tak menutup kemungkinan perusahaan akan membutuhkan banyak kontribusi berupa ide untuk membantu bisnis perusahaan lebih baik.

4 dari 7 halaman

Jaringan Profesional yang Luas

Ketiga, jaringan professional yang luas. Sebagai seorang aktivis, mau tak mau pada akhirnya kamu akan bertemu dan berinteraksi dengan berbagai pihak. Mulai dari rekan kampus yang berbeda sampai kalangan pejabat.

Dengan dikenal lebih banyak orang, tentunya akan memudahkan kamu untuk mendapatkan kesempatan bekerja atau membangun perusahaan sendiri.

Keempat, terbisa dengan tekanan. Tidak sedikit lowongan pekerjaan yang mewajibkan seorang pelamar memiliki kemampuan untuk bekerja di bawah tekanan. Tentunya ini bukan hal yang asing bagi seorang aktivis.

Karena saat menjadi seorang aktivis memang memiliki tekanan yang cukup besar dari berbagai pihak untuk memperjuangkan idealismenya.

Keempat hal diatas tadi tentunya hanya sebuah gambaran singkat yang mengenai kualitas positif dari seorang aktivis. Tetapi secara lebih luas, menjadi seorang aktivis memang tidak mudah untuk memperjuangkan idealisme di tengah perubahan yang terus terjadi. (ism)

5 dari 7 halaman

Keuntungan Memulai Karier sebagai Anak Magang

Dream – Magang atau internship acapkali dipandang sebelah mata oleh mahasiswa. Padahal, program tersebut bisa menunjang karier mereka pada masa depan.

Pegawai magang bahkan bisa menjadi diangkat sebagai karyawan tetap. Menarik, bukan?

Dikutip dari Karir.com, Kamis 29 Agustus 2019, ada empat manfaat magang. Pertama, kamu bisa mendapatkan pengalaman kerja.

Dunia kuliah tentunya sangat berbeda dengan dunia profesional. Dalam dunia kerja, kamu dituntut untuk tampil sebagai seorang profesional dan menunjukan kinerja terbaik bagi perusahaan dan pelanggan.

 

 

Perbedaan ini yang banyak tidak disadari oleh para mahasiswa. Proses pembelajaran dengan pengalaman bekerja tidak bisa diberikan melalui teori atau buku manapun.

Melalui magang, kita jadi tahu seluk beluk perusahaan beserta seluruh kegiatannya. Pengalaman ini tentunya bisa menjadi modal yang sangat penting ketika kita benar-benar memasuki dunia kerja setelah lulus.

Nilai positif lainnya, kegiatan ini bisa juga kalian masukan ke dalam CV. Perekrut akan semakin tertarik untuk menjadikan kalian sebagai kandidat untuk mengisi lowongan kerja di perusahaan mereka.

6 dari 7 halaman

Menambah Pengetahuan

Saat magang, pilihlah perusahaan yang memang sesuai dengan latar belakang pendidikanmu. Secara tidak langsung, kamu bisa menggali lebih banyak pengetahuan tentang bidang studi yang ditekuni.

Lewat magang pula kamu bisa membandingkan kenyataan antara teori di buku dengan penerapannya di dunia nyata. Hal ini juga bisa menjadi sebuah dasar penelitian yang bisa kamu gunakan untuk menyusun skripsi di tahun akhir nanti.

7 dari 7 halaman

Menambah Relasi Profesional

Relasi atau networking professional menjadi salah satu modal penting di dunia kerja. Bisakah membayangkan ketika kamu lulus dan sama sekali tak punya relasi profesional?

 

 

Tentunya akan sulit bagi kamu untuk mencari peluang kerja atau peluang bisnis ketika sudah lulus. Dengan magang, setidaknya kamu sudah memiliki kontak yang bisa dijadikan sebagai referensi bekerja di bagian CV.

Manfaat berikutnya adalah mendapatkan uang saku. Perlu dicatat, tak semua perusahaan memberikan uang saku untuk mahasiswa magang. Biasanya perusahaan-perusahaan besar di Jakarta memberikan uang saku untuk anak magang. 

Oleh karena itu janganlah menjadikan benefit ini sebagai sebuah motivasi utama dalam melakukan magang. Tapi, kalau perusahaan tersebut menawarkan, tidak ada salahnya juga untuk diambil kan?

Beri Komentar
Kenangan Reza Rahadian Makan Siang Terakhir dengan BJ Habibie