BNI Syariah Bidik Laba Bersih Rp580 Miliar Tahun Ini

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 14 Februari 2019 19:41
BNI Syariah Bidik Laba Bersih Rp580 Miliar Tahun Ini
Bank syariah itu juga ingin menekan angka rasio pembiayaan bermasalah.

Dream – PT BNI Syariah membukukan laba bersih Rp416,08 miliar pada 2018. Untuk tahun ini, bank syariah itu membidik laba Rp580 miliar.

Menurut Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo, bank yang dipimpinnya juga akan menekan rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) hingga 2,73 tahun ini. Angkanya lebih kecil daripada 2018 yang sebesar 2,93.

“ Tahun ini harapan kami menjadi orang beruntung jadi NPF kami tekan 2,73 persen. Challenge kami harus bisa di bawah 2,73 persen,” tambah Direktur Bisnis dan Komersil, Dhias Widhiyati, di Jakarta, Kamis 14 Februari 2019.

Caranya, kata Dhias, bank syariah ini meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Selain itu, pihaknya juga selektif dalam menyalurkan pembiayaan.

“ Kami perbaiki SDSM, meningkatkan kualitas pembiayaannya, dan selektif dalam memilih di sektor industri,” kata dia.

Angka NPF 2018, kata Dhias, meningkat jadi 2,93. Hal ini disebabkan oleh beberapa segmen industri yang sedang turun.

Meski demikian, prosentase itu masih dinilai aman karena belum melebih tiga persen. BNI Syariah menargetkan NPF pada 2019 ini turun menjadi 2,73 persen.

1 dari 3 halaman

Laba Bersih BNI Syariah 2018 Meroket 35,67%

Dream – PT BNI Syariah membukukan laba bersih senilai Rp416,08 miliar sepanjang 2018. Keuntungan yang diperoleh anak usaha PT Bank Negara Indonesia Tbk tersebut melonjak 35,67 persen dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp306,68 miliar.

“ Kenaikan laba ini disokong oleh ekspansi pembiayaan, peningkatan fee based income, dan rasio dana murah,” kata Direktur BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis 14 Februari 2019.

Firman mengatakan aset BNI Syariah naik 17,88 persen menjadi Rp41,05 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) BNI Syariah naik 20,82 persen menjadi Rp35,5 triliun. Jumlah nasabahnya lebih dari tiga juta orang.

“ Komposisi dana murah ini didominasi oleh dana murah, yaitu giro dan tabungan,” kata dia.

Firman melaporkan bisnis pembiayaan perusahaan tumbuh 19,93 persen menjadi Rp28,3 triliun pada 2018. Komponen pembiayaan tahun ini disumbang oleh segmen consumer sebesar Rp13,92 triliun, komersial Rp7 triliun, kecil dan menengah Rp5,97 triliun, mikro Rp1,08 triliun, serta kartu pembiayaan Hasanah Card Rp332,69 miliar.

Dia juga mengatakan angka rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) dijaga di bawah 3 persen, yaitu 2,93 persen.

2 dari 3 halaman

BNI Syariah Salurkan Pembiayaan Rp1,22 T untuk Industri Halal

Dream – Penduduk milenial di Indonesia mencapai 90 juta orang dengan segmen kelas menengah Muslim Indonesia yang terbesar di ASEAN dan ketiga terbesar di Asia. Dengan tren yang semakin berkembang, industri halal berpotensi besar dalam pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia, terutama dalam menghadapi revolusi industri.

Potensi ini membuat PT BNI Syariah turut serta dalam mengembangkan ekosistem halal.

Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 28 Januari 2019, Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo, mengungkapkan perusahaan telah menyalurkan pembiayaan untuk industri halal senilai Rp1,22 triliun sepanjang 2018. 

Penyaluran pembiayaan tersebut tumbuh 104 persen dibandingkan tahun 2017 yang baru mencapai Rp595 miliar.

“ Penyaluran pembiayaan ini terdiri dari sektor industri halal food, halal travel, Islamic fashionIslamic education, Islamic hospital, dan Islamic accommodation,” kata Firman di Bandung, Jawa Barat.

Firman menjelaskan, upaya membentuk ekosistem halal harus dibarengi dengan peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah kepada masyarakat, khususnya generasi milenial. Salah satu caranya adalah berpartisipasi dalam Islamic NexGen Festival.

Sekadar informasi, Islamic Nexgen Fest ini bertempat di Convention Hall Telkom University, Bandung. Hadir dalam kesempatan ini Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (Persero)/BNI, Achmad Baiquni, dan Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo.

3 dari 3 halaman

Gelar Tiga Kegiatan di Islamic NexGen Fest

Anak usaha BNI ini mengelar tiga kegiatan di acara itu, yaitu mengajak generasi muslimah untuk lebih menggemari penggunaan hijab di kalangan millenial khususnya hijab fashion style, mendukung lahirnya santri-santri yang tidak hanya menguasai ilmu agama namun juga entrepeneur yang berbasis syariah Islam, dan mendukung anak muda untuk lebih mengenal dunia seni musik Islami.

Kegiatan ini dikemas sebagai bagian dari rangkaian hari jadi Kementerian BUMN, dimana selama tiga bulan hingga puncaknya pada bulan April 2019 beragam kegiatan memeriahkan ulang tahun Kementerian BUMN yang melibatkan millenial.

Pada kick off Islamic Nexgen Fest, BNI Syariah menghadirkan promo menarik menggunakan BNI iB Hasanah Card dengan menggandeng partner yang bergerak di industri halal seperti Shafira, serta memasarkan program tematik Umroh Tadabur Hasanah dan Wakaf Hasanah.

Dalam mendukung terbentuknya ekosistem halal di Indonesia, BNI Syariah memiliki produk-produk unggulan yang dapat dimanfaatkan oleh generasi milenial diantaranya pembiayaan konsumtif untuk pembelian rumah atau kendaraan, kartu pembiayaan (BNI iB Hasanah Card), pembiayaan produktif modal kerja, investasi, dan mikro, tabungan haji dan umroh, serta Wakaf Hasanah.(Sah)

Beri Komentar