Mohon Maaf, Bantuan Subsidi Gaji Tahun Ini Tak Masuk APBN

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 2 Februari 2021 15:33
Mohon Maaf, Bantuan Subsidi Gaji Tahun Ini Tak Masuk APBN
Subsidi gaji selama ini telah membantu para pegawai yang terdampak pandemi COVID-19.

Dream – Para penerima subsidi gaji sebaiknya mulai kembali mengikat erat-erat pengeluarannya. Kementerian Ketenagakerjaan melaporkan alokasi anggaran bantuan subsidi upah (BSU) tahun ini tidak masuk dalam APBN 2021.

“ Sementara, memang di APBN 2021, BSU tidak dialokasikan. Nanti dilihat bagaimana kondisi ekonomi berikutnya,” kata Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, dikutip dari Liputan6.com yang melansir Antara, Selasa 2 Februari 2021.

Ida mengatakan untuk membantu pekerja di luar pemberian subsidi gaji seperti yang dilakukan di tahun 2020, pemerintah akan menjalankan berbagai program.

Salah satu program tersebut di antaranya mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul melalui sinergi dan kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Sinergi dan koloborasi dengan DUDI misalnya terutama dalam proses pengambilan kebijakan di bidang pelatihan vokasi.

“ Salah satu bentuk sinergi dan kolaborasi yang dilakukan adalah seperti penandatanganan MoU kerja sama antara Ditjen Binalattas dan BBPLK Medan dengan para mitra seperti PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia),” kata Ida.

1 dari 4 halaman

Keuntungannya

Kerja sama, katanya, dalam hal pelatihan dan peningkatan kompetensi serta pemagangan dan penempatan kerja bagi calon pekerja dan pekerja.

“ Kerja sama ini merupakan langkah yang sangat baik. Perusahaan dan asosiasi juga diuntungkan dengan adanya bantuan untuk meningkatkan kompetensi pekerjanya sehingga sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan,” kata Ida.

Keuntungan lain adalah perusahaan juga akan mendapatkan peningkatan produktivitas sebagai hasil dari peningkatan kompetensi.

“ Bagi pemerintah hal itu merupakan salah satu langkah untuk dapat membantu mengatasi permasalahan pengangguran melalui terserapnya tenaga kerja kompeten,” kata dia.

Mennaker menegaskan, dalam jangka waktu yang panjang, bentuk kolaborasi seperti itu akan menghasilkan " multiplier effect" yang akan berdampak positif. Baik bagi tenaga kerja, perusahaan dan termasuk pemerintah khususnya dalam menekan angka pengangguran yang meningkat akibat pandemi COVID-19.

(Sumber: Liputan6.com/Tira Santia)

2 dari 4 halaman

Subsidi Gaji Sudah 93%, Transfer Gagal Termin I Akan Dikirim Ulang

Dream – Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, melaporkan realisasi Bantuan Subsidi Upah (BSU) atau subsidi gaji hingga 14 Desember 2020 sudah mencapai Rp 27,96 triliun. Angka tersebut mencapai 93,94 persen dari target.

“ Kami informasikan saat ini penyaluran BSU telah sampai pada termin II. Adapun penyaluran BSU per 14 Desember 2020 menunjukkan bahwa realisasi BSU sudah mencapai Rp 27,96 triliun, 93,94 persen,” kata Ida dalam konferensi pers virtual, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 17 Desember 2020.

 

© Dream

 

Jika dilihat gelombang pencairan subsidi gaji, termin pertama sudah tersalurkan kepada 12,26 juta orang (98,86 persen) dengan nilai sebesar Rp 14,71 triliun. Termin kedua sudah tersalurkan kepada 11,04 juta orang atau 89 persen dengan nilai sebesar Rp13,2 triliun.

Ida mengakui realisasi tersebut memang belum mencapai 100 persen. Berdasarkan bank penyalur, sejumlah data rekening pada termin pertama bermasalah. Ini yang mengakibatkan terjadinya retur.

“ Atas adanya rekening retur tersebut, kami kembalikan kepada BPJS Ketenagakerjaan untuk diperbaiki kembali. BPJS Ketenagakerjaan memiliki mekanisme sendiri terkait perbaikan data tersebut,” kata dia.

 

3 dari 4 halaman

Disalurkan Kembali Setelah Data Diperbaiki

Setelah data tersebut diperbaiki, Kementerian Ketenagakerjaan kembali menyalurkan ke rekening penerima, yang hingga saat ini masih berlangsung proses penyalurannya. Sedangkan pada termin kedua, saat ini masih dalam proses penyaluran.

Perlu diketahui sebelum termin kedua disalurkan pada pertengahan November kemarin, berdasarkan rekomendasi KPK, Kemnaker bersama BPJS Ketengakerjaan berkoodinasi dengan Ditjen Pajak untuk melakukan pemadanan data.

“ Upaya ini dilakukan semata-mata untuk meyakinkan agar BSU ini tepat sasaran. Alhamdulillah setelah pemadanan dilakukan, termin kedua dapat terus dilanjutkan yang proses nya masih berlangsung hingga saat ini. Mohon bersabar karena jangka waktu penyaluran hingga akhir Desember,” kata dia.

4 dari 4 halaman

Pendampingan

Demikian untuk memastikan program ini berjalan dengan transparan, akuntabel, Kemnaker meminta pendampingan dari BPK, BPKP, KPK. Dirinya mengatakan Kemnaker di audit oleh BPK dan BPKP, dan di monitor oleh KPK.

“ Kami pastikan tidak ada dana yang mengendap di Kemnaker. Kalaupun masih ada dana retur seluruhnya harus dikembalikan ke kas negara,” kata Ida.

Untuk memastikan BSU tepat sasaran, selain pemadanan dengan data pajak tadi, Kemnaker juga melakukan monitoring dan evaluasi, serta dalam beberapa kesempatan dirinya terjun langsung untuk mengecek dan bertemu para penerima BSU.

“ Alhamdulillah dari yang saya temui, para penerima BSU tersebut memang pekerja/buruh yang sesuai kriteria,” kata Ida.

(Sumber: Liputan6.com/Tira Santia)

Beri Komentar