Negara Ini Diambang Krisis Telepon

Reporter : Syahid Latif
Minggu, 31 Mei 2015 18:00
Negara Ini Diambang Krisis Telepon
Sebagai negara penghasil minyak mentah, negara ini justru tak bisa mengolah minyak di dalam negeri. Alhasil krisis listrik merajarela.

Dream - Bayangkan jika ketergantungan Anda akan alat komunikasi tiba-tiba harus berhenti total? Ancaman inilah yang tengah menghantui negara muslim Afrika, Nigeria.

Krisis listrik yang melanda negara tersebut mengancam kelangsungan hidup perusahaan telekomunikasi terkemuka Nigeria. Jika tak ada pasokan pembangkit listrik diesel, dengan terpaksa, perusahaan akan menghentikan sepenuhnya layanan telekomunikasi di seluruh negara itu.

Pernyataan itu muncul sebagai dampak dari krisis energi selama satu bulan terakhir yang dirasakan produsen minyak terbesar di Afrika itu.

Tak cuma telekomunikasi, sudah banyak maskapai penerbangan dalam negeri yang harus berhenti beroperasi. Sementara penerbangan asing memilih mendarat di negara-negara Afrika lainnya untuk mengisi bahan bakar. Bahkan stasiun-stasiun radio juga banyak yang tidak mengudara.

Pasokan listrik yang buruk di Nigeria memang membuat pelaku bisnis harus bergantung pada mesin generator atau genset. Ironisnya, Nigeria memproduksi lebih dari 2 miliar barel minyak setiap hari, tetapi harus mengimpor bahan bakar karena banyak penyulingan di negara itu yang terbengkalai.

Partai pengusung presiden terpilih Muhammadu Buhari pada hari Minggu menuduh pemerintahan sebelumnya di bawah Goodluck Jonathan secara sengaja menghancurkan ekonomi Nigeria.

" Semua skenario ini adalah bentuk sabotase," kata juru bicara partai, Lai Muhammad seperti dikutip Dream dari laman CNBC, Minggu, 31 Mei 2015.

" Tidak pernah dalam sejarah negara kita memiliki pemerintahan yang diserahkan kepada pemerintahan selanjutnya dalam keadaan yang lebih buruk: Tidak ada listrik, tidak ada bahan bakar, pekerja mogok, gaji pegawai belum dibayar, utang nasional hingga mencapai 60 miliar dolar dan ekonomi harus tiarap," tambahnya

MTN Nigeria, perusahaan telco terbesar dengan 50 juta lebih pelanggan, secara blak-blakan menulis keluhan mereka di akun media sosial, Twitter. Perusahaan akan ambruk dalam 24 jam jika tidak menemukan genset yang sangat dibutuhkan. Beberapa pelanggan malah sudah mulai mengalami masalah jaringan. Jaringan telekomunikasi Nigeria pernah mati total empat tahun yang lalu.

" Cadangan listrik MTN semakin menipis dan perusahaan harus mencari sumber lain berupa mesin genset dalam jumlah besar dalam waktu dekat agar layanan tidak mati di seluruh Nigeria," kata CEO Akindale Goodwill di Twitter.

Krisis dimulai ketika pemasok minyak, yang terkena kebijakan jalur kredit diperketat dan belum dibayar, mengatakan pemerintah berutang mereka sebanyak US$ 1 miliar untuk bahan bakar dan subsidi yang kembali diberikan sejak Oktober 2014. Mereka mengatakan mereka tidak mampu lagi untuk memasok bahan bakar.

Para pengemudi truk pengangkut minyak yang belum digaji oleh pemasok mulai melakukan aksi mogok minggu lalu. Aksi mereka mendapat dukungan dari pekerja sektor minyak lainnya pada hari Kamis pekan lalu. (Ism) 

Beri Komentar
Yenny Wahid Rilis Produk Kecantikan Halal