Indeks Syariah Balik Menanjak, Saham Industri Dasar Primadona

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 27 Agustus 2019 16:59
Indeks Syariah Balik Menanjak, Saham Industri Dasar Primadona
IHSG juga ikut senang hari ini.

Dream - Kecemasan pelaku pasar akan sentimen ketegangan perang dagang AS-Tiongkok untuk sementara mereda. Sejumlah indeks acuan, termasuk indeks saham syariah, bergerak menguat dan berlawanan dengan analisa pelaku pasar. 

Penguatan juga terjadi di pasar keuangan dengan laju rupiah yang ikut menguat di perdagangan sore hari ini, Selasa 27 Agustus 2019.

Dikutip dari papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), menguat seharian setelah dibuka di 187,656 di sesi pra-pembukaan.

Memulai sesi pembukaan, ISSI kembali unjuk gigi dengan tancap gas ke level 188,488. Laju ISSI seperti tak terbendung saat menyentuh level tertinggi di 190,164. Namun jelang penutupan, investor mengerem sedikit aksi beli saham mereka sehingga membuat ISSI ditutup hanya dengan kenaikan 2,228 poin (1,19%) ke level 189,884

Laju positif sepanjang hari di zona positif juga diukir indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Meski hampir menyentuh zona negatif  di awal sesi perdagangan, JII melesat 11,635 poin (1,72%) ke level 686,505 di sesi penutupan.

Penguatan tinggi juga dicetak indeks JII70 yang tumbuh 3,156 poin (1,37%) ke level 233,564.

Mematahkan prediksi para analis, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini menunjukan tajinya. Indeks acuan BEI ini menanjak 63,661 poin (1,02%) ke level 6.278,171.

1 dari 5 halaman

Sektor Manufaktur dan Properti Jadi Primadona

Investor memutuskan terjun ke lantai bursa setelah kemarin dicemaskan oleh perang dagang Amerika-China yang semakin memanas. Kali ini lantai bursa mencatat 
frekuensi transaksi perdagangan saham 480.686 kali dengan volume perdagangan 16,4 miliar saham.

Nilai transaksi harian saham di BEI juga naik signifikan menjadi Rp 10,6 triliun. Asing masih melakukan aksi jual dengan Rp253,57 miliar. 

Adanya aksi beli mendorong beberapa indeks sektoral menanjak tinggi. Investor berburu saham di sektor manufaktur yang naik 1,44 persen dan industri dasar  3,36 persen.

Harga saham UNVR menanjak Rp1.400, INTP Rp725, POLL Rp700, UNTR Rp575, dan SILO Rp375.

Sebaliknya, harga saham bluechip syariah yang terkoreksi kali ini adalah AALI sebesar Rp300, TCID Rp300, MDKA Rp250, MAPA Rp200, dan JSMR Rp175.

Pada 16.18, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat tipis. Kurs dolar AS turun 34 poin (0,24%) ke level Rp14.208 per dolar AS.

2 dari 5 halaman

Indeks Syariah Loyo di Hari Ibu Kota Baru Ditetapkan

Dream - Bursa saham syariah di pasar modal Indonesia bergerak lemah di hari Presiden Joko Widodo mengumumkan calon ibu kota baru Indonesia. Sentimen negatif dari perang dagang AS-Tiongkok mencemaskan pelaku pasar.

Munculnya kembali sentimen perang dagang dua negara besar itu membuat tiga indeks acuan saham syariah mendekam di zona merah pada penutupan perdagangan hari ini, Senin 26 Agustus 2019.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) awal pekan ini ditutup melemah 0,640 poin (0,34%) ke level 187,656. ISSI melemah seharian setelah dibuka di level 186,432 saat sesi pra-pembukaan perdagangan.

Laju ISSI tak banyak berubah saat sesi perdagangan dibuka. Membuka sesi pembuka di level 186,244, ISSI sama sekali tak bisa melawan tekanan aksi jual pelaku pasar. Meski bergerak naik, ISSI tetap bergerak melemah hingga sesi penutupan. 

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga tak bisa berbuat banyak ditengah kecemasan Perang Dagang AS-China. Indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ini terkoreksi 4,384 poin (0,64%) ke level 674,870.

Koreksi juga dialami indeks JII70 yang melorot 0,913 poin (0,39%) ke level 230,408.

Tekanan jual akibat sentimen global ini membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak bisa berbuat banyak. BEI menutup perdagangan dengan IHSG melemah 41,087 poin (0,66%) ke level 6.214,510.

3 dari 5 halaman

Rupiah Menguat Tipis

Kecemasan itu membuat investor cenderung melepas sahamnya, termasuk di sektor industri dasar, keuangan, dan pertambangan. Ketiga indeks sektoral ini melorot masing-masing 1,04 persen, 0,97 persen, dan 0,76 persen.

Hanya indeks pertanian yang menanjak 0,99 persen dan perdagangan 0,19 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah MAPA yang harga sahamnya naik Rp250, TBMS Rp250, ACST Rp160, AALI Rp150, dan ISAT Rp140.

Sebaliknya, emiten syariah pencetak top loser kali ini adalah INTP yang harga sahamnya melemah Rp750, UNTR Rp375, SILO Rp300, TCID Rp200, dan PDES Rp190.

Pada 16.08, nilai tukar rupiah menguat tipis. Kurs dolar AS turun 9 poin (0,06%) ke Rp14.206 per dolar AS.

4 dari 5 halaman

Tunggu Hasil Pertemuan BI, Indeks Syariah Memerah

Dream - Bursa saham Indonesia hari ini, Rabu, 21 Agustus 2019, tak sanggup melawan aksi beli pelaku pasar. Meski bergerak menguat di awal sesi pembukaan, tiga indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) berguguran di sesi penutupan.

Pelaku pasar sepertinya memilih wait and see jelang pengumuman suku bunga baru yang akan dikeluarkan otoritas moneter Indonesia, Bank Indonesia (BI). Pergerak bursa juga terasa berat karena tekanan bearish dari pola pergerakan indeks.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup sesi perdagangan tengah pekan ini dengan melorot 0,917 poin (0,49%) ke level 187,875. ISSI bergerak fluktuatif setelah memerah di 188,659 di sesi prapembukaan.

Saat bel tanda perdagangan dibunyikan, ISSI mulai bergerak naik meski masih berada di zona merah. ISSI dibuka di level 188,675 namun dengan tren menanjak. ISSI akhirnya menembus zona positif namun hanya bisa bertahan sekitar 1 jam 15 menit.

ISSI sempat menyentuh level tertinggi di 189,317 dengan level terendah 187,662.

Tekanan lebih hebat dialami saham keping biru syariah. Hanya bisa bergerak tipis di zona positif, Jakarta Islamic Index (JII) akhirnya takluk kepada aksi jual investor. Indeks JII terpangkas 6,906 poin (1,01%) ke level 673,752.

Koreksi lumayan tajam juga dialami Indeks JII70 turun 1,686 poin (0,73%) ke level 230,158.

Aksi wait and see pelaku pasar membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 42,771 poin (0,68%) ke level 6.252,967.

5 dari 5 halaman

Siapa Pencetak Top Gainer?

Investor wait and see dan enggan membeli saham. Investor malah melepas sahamnya di sektor industri dasar, barang konsumsi, dan manufaktur. Indeks industri dasar merosot 1,06 persen, barang konsumsi 1,00 persen, dan manufaktur 0,99 persen.

Hanya tiga indeks sektoral yang menguat, yaitu pertanian 0,25 persen, perdagangan 0,21 persen, dan properti 0,04 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah MTPS yang harga sahamnya meningkat Rp155, SHID Rp130, MDKA Rp125, GOOD Rp120, dan MIKA Rp120.

Sebaliknya, yang menjadi top loser kali ini adalah INTP yang harganya melemah Rp775, ITMG Rp525, UNTR Rp525, UNVR Rp300, dan SMGR Rp250.

Pada pukul 16.09, nilai tukar rupiah terhadap malah menguat 15 poin (0,10%) ke level Rp14.252 per dolar AS.(Sah)

Beri Komentar
Istri Akui Cemburuan, Daus Mini: Coverboy Sih Nggak ya