Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Antara Foto/Widodo S Jusuf)
Dream - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berharap Tanjung Priok dapat menjadi Transhipment terkemuka di Asia Tenggara (ASEAN).
Konsep Transhipment Port atau proses pemindahan muatan dari satu kapal ke kapal lainnya yang dilakukan di tengah laut ini sempat menjadi polemik.
“ Saya mau dorong Pelindo II sebagai hub untuk meningkatkan kapasitas dari 6 juta [peti kemas] menjadi 10 juta,” ujar Budi dalam keterangan tertulis, Jumat 20 Januari 2016.
Selain itu juga perlu didorong integrasi kapal RORO untuk membantu pengiriman logistik beberapa daerah terbaik dari dan ke Tanjung Priok. Lebih lanjut, konsep ini akan mendukung segmen Tol Laut sekitar Jawa.
“ Pengiriman via laut dengan kapal RORO dari Panjang (Lampung), Semarang, Surabaya, Bali dan Lombok lebih murah daripada via darat,” katanya.
Dengan konsep Transhipment Port tersebut maka Pelabuhan Tanjung Priok akan menjadi pintu masuk impor dan ekspor. Menurut data The National Maritim Institute, saat ini Tanjung Priok sudah mampu melayani 70 persen ekspor dan 60 persen impor.
Konsep Transhipment ini diharapkan dapat memotong jalur ekspor dan impor, yang selama ini harus melalui Singapura atau Malaysia. Pengiriman dapat dilakukan langsung dari Priok ke negara tujuan asal.
Sehingga produk-produk dari daerah seperti Panjang, Semarang, Surabaya, Bali, dan Lombok akan dikirimkan menggunakan kapal RORO ke Priok untuk kemudian langsung diekspor.
Hal yang sama juga berlaku untuk impor barang. Barang impor akan dikapalkan dari negara asal ke Tanjung Priok dan kemudian akan dikirimkan ke pelabuhan tujuan dengan menggunakan kapal RORO.
Integrasi tersebut tidak hanya mampu meningkatkan volume di Tanjung Priok tetapi juga akan menggairahkan shipping domestik dari dan ke Tanjung Priok.
“ Konsolidasi dengan Kapal RORO dapat menumbuhkan volume Priok sekitar 50 persen per tahun. Jika hal ini dijalankan, Priok bisa menjadi Transhipment terkemuka di Asia Tenggara,” katanya.
Konsep Transhipment tersebut merupakan bagian terintegrasi dari Tol Laut yang dicanangkan Presiden Jokowi pada masa kampanyenya. Tol laut segmen sekitar Jawa diwujudkan dengan mengoperasikan kapal RORO untuk berkeliling dari pelabuhan di Lampung-Jakarta-Semarang-Surabaya-Bali-Lombok.
Upaya tersebut juga untuk meningkatkan volume perdagangan dari dan ke kota-kota tersebut. Ditambah dengan konsep transhipment, Tol Laut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi baik melalui perdagangan domestik maupun impor dan ekspor.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya