Jejak (3): Tarim, Kisah Kota Paling Diberkati di Muka Bumi

Reporter : Ramdania
Rabu, 19 Agustus 2015 19:31
Jejak (3): Tarim, Kisah Kota Paling Diberkati di Muka Bumi
Jadi lokasi pemakaman empat nabi. Tempat anak-cucu Nabi Muhammad beranak-pinak. Selain Madinah dan Mekah, inilah kisah kota yang paling diberkati di bumi.

Dream - Azan baru saja berkumandang di kota Tarim, Provinsi Hadramaut, Yaman. Gema azan bersahut-sahutan di kota yang dihuni 100 ribu orang itu. Setelah azan berkumandang, jalanan-jalanan di kota seluas 90.000 km persegi itu berangsur-angsur lenggang.

Di pasar, orang-orang berhenti berdagang. Lalu lintas kota itu juga mendadak sepi. Orang-orang di kota itu meninggalkan semua kegiatan mereka. Lalu berbondong-bondong menuju masjid yang tersebar di kota itu. Setiap kali azan berkumandang, jalan-jalan kota itu mendadak saja sepi.

Walau hanya kota kecil, kota Tarim memiliki 360 masjid yang tersebar di penjuru kota. Jumlah masjid di kota itu sama seperti jumlah hari dalam setahun. Amat cukup untuk menampung semua muslim di kota itu.  Karena kota kecil, jarak antar masjid terkadang cuma terpaut beberapa langkah saja.

Tarim adalah sebuah kota mungil. Di satu sisi, kota ini terlindungi oleh bukit-bukit batu terjal. Di sisi lain dikelilingi oleh perkebunan kurma.

Lokasi kota Tarim sekitar 1.150 km dari Sana’a, ibu kota Yaman. Sedangkan Yaman adalah negara terdekat dengan kota Mekkah dari jalur darat. Kota Tarim telah menjadi buah bibir para penuntut ilmu agama dari berbagai penjuru, termasuk juga Indonesia.

Kota ini juga menjadi idaman bagi mereka yang ingin memperdalam ilmu fikih, tasawuf, tauhid, nahwu, luhgah, termasuk tarekat. Bagi mahasiswa Indonesia macam M. Abrar Ibnu Hajar, alumnus Ulumuddin Cunda, Lhokseumawe dan Mahasiswa Universitas Al-Ahgaff Tarim Hadramaut, ada banyak hal mengesankan di kota itu.

“ Begitu banyak hal menakjubkan yang saya dapati di kota ini yang belum pernah saya dapati di kota-kota lain. Di antaranya  keramahan, sopan santun, dan kelembutan hati para penduduknya,” tulisnya di sebuah media lokal Indonesia.

Mekah dan Madinah memang diyakini sebagai kota paling diberkahi di muka bumi. Keistimewaan kedua kota itu bahkan dijelaskan dalam Alquran. Namun ternyata selain kedua kota suci tersebut, ada pula kota lain yang diberkahi Allah dengan berbagai keistimewaan. Kota itu adalah kota Tarim.

Kota Tarim dianggap sebagai salah satu negeri yang paling diberkahi karena merupakan pusat berkumpulnya wali-wali Allah. Oleh sebab itu, kota ini pun terkenal dengan sebutan Kota Seribu Wali.

Sejak dulu, Tarim merupakan pusat Mazhab Syafi’i. Banyak tokoh Islam berasal dari kota ini, seperti Pemimpin Dar Al Mustafa Habib Umar bin Hafidz dan cendikiawan muslim, Habib Ali Al-Jufri.

Di antara sekian banyak kelebihan kota ini, satu yang paling membuatnya istimewa adalah di sini banyak tersebar anak cucu keturunan Rasulullah SAW.

Masyarakat di kota ini dirahmati dengan kebaikan dan perilaku yang mulia karena masih memiliki darah keturunan nabi. Keistimewaan kota ini pun diabadikan dalam banyak hadist. Bahkan, Rasulullah sangat menyanjung kenyamanan kota Tarim bersama keramahan penduduknya.

***

Kota Tarim kerap dijuluki... 

1 dari 2 halaman

Kota Subur di Jazirah Arab

Kota Subur di Jazirah Arab

Kota Tarim kerap dijuluki sebagai Al-Ghanna, yang berarti suatu tempat yang sangat subur. Meski berada di tengah kawasan gurun tandus berpasir, kota ini diberkahi dengan pohon-pohon besar nan rimbun serta sumber-sumber air bersih.

Nabi Muhammad SAW bahkan pernah memuji kota ini dalam sabdanya, " Sesungguhnya aku benar-benar mencium harumnya karunia Tuhan yang Maha Pemurah dari Yaman. Berapa banyak mata air kemurahan dan hikmah yang terpancar dari sana."

Tarim dikenal pula dengan sebutan Madina As-Shiddiq. Sebab, di kota inilah sahabat Nabi Abubakar Ash-Shiddiq pernah meminta sumpah setia penguasa Tarim pada masa itu, yang bernama Ziyad bin Lubaid Al-Anshori beserta penduduknya. Sumpah setia ini yang menjadi muasal jaminan kesuburan dan keistimewaan kota ini. 

Karena sumpah setia itu, Abu Bakar berdoa secara khusus kepada Allah. Doanya seperti ini: “ Mudah-mudahan Allah memberikan kemakmuran untuk kota Tarim. Mudah-mudahan Allah memberkahi kesuburan tanah kota Tarim dan sumber airnya.  Mudah-mudahan Allah memberkahi Tarim dengan banyaknya para ulama yang sholeh dan menjadikannya negeri yang subur akan awliya-Nya (para wali Allah).”

Keistimewaan lain dari kota ini adalah terdapatnya banyak masjid. Jumlahnya mencapai 360 buah, sesuai dengan jumlah hari dalam satu tahun.

Kini, Tarim menjelma menjadi sebuah kota kecil yang hening. Tak ada klakson kendaraan, gedung pencakar langit atau jenis kemewahan lain layaknya di kota-kota metropolitan. Tarim hanya kota mungil berpenduduk seratus ribu jiwa.

Di sini pemukiman penduduk masih didominasi oleh rumah-rumah yang terbuat dari tanah liat kering. Bahkan ada rumah yang berumur 400 tahun. Kota ini menawarkan suasana klasik yang kental. Jika kebanyakan kota-kota di kawasan Timur Tengah berhawa panas, maka tidak berlaku di tempat ini. Pepohonan rimbun yang tumbuh subur di sepanjang jalan membuat kota ini teduh.

***

 

2 dari 2 halaman

Pusat Rujukan Pengetahuan Islam Sedunia

Pusat Rujukan Pengetahuan Islam Sedunia


" Telah tiba di hadapan kalian orang-orang Yaman. Mereka itu adalah orang-orang yang berhati sangat lembut  Keimanan itu ada pada orang Yaman. Fiqh itu ada pada orang Yaman. Dan hikmah itu pun ada pada orang Yaman"  (HR Bukhari).

Itulah hadist lain mengenai kota Tarim. Menurut Ensiklopedia Islam, kota Tarim menjadi pusat penyebaran Islam ke seluruh dunia. Pasalnya, para sejarawan mencatat Islam tersebar dan sampai ke seluruh Asia, mulai dari India, Cina, Filipina, hingga Indonesia, melalui ulama yang berhijrah dari Tarim-Hadhramaut. 

Selain itu, para ulama ini berdakwah hingga ke benua Afrika, Amerika, dan Eropa, memperkenalkan Islam dengan cara dan metode yang sangat mulia (bil hikmah wal mau'idhah hasanah), tanpa kekerasan, apalagi teror. Sehingga masyarakat setempat merasakan esensi ajaran Islam yang sesungguhnya, dan pada akhirnya Islam dapat diterima oleh semua golongan. Mereka, yang merupakan imigran ini juga pandai menyesuaikan diri dengan adat dan budaya setempat.

Di kota ini juga masih terdapat banyak bangunan tua peninggalan peradaban Islam masa lalu. Mulai dari masjid-masjid tua, madrasah ulama, makam para wali dan orang saleh serta jejak-jejak peninggalan sahabat Nabi. 

Terbukti ada empat makam nabi di sekitar kota ini, yaitu makam Nabi Hud, Nabi Shaleh, Nabi Hadun, dan Nabi Handhalah. Sementara ada sekitar 70 sahabat tentara Perang Badar yang diutus Abu Bakar Assiddiq untuk membasmi pemurtadan di Kota Tarim, mereka pun syahid dan dimakamkan di kota ini. Dimakamkan di Zambal, di jantung kota Tarim.

Karena menyimpan jutaan sejarah dan sumbangan besar terhadap perkembangan Islam, maka Organisasi Islam untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (ISESCO), salah satu badan di bawah naungan OKI (Organisasi Konferensi Islam), menganugrahkan penghargaan bergengsi kepada Tarim sebagai “ Pusat Kebudayaan Islam Dunia” pada tahun 2010.

Tarim juga dikenal sebagai pusat menuntut ilmu para alim ulama. Hingga sekarang, kota Tarim tetap eksis dalam memperkenalkan pemahaman-pemahaman Islam yang damai dan berfaham Ahlissunnah wal Jama'ah. Itu terbukti dengan banyaknya pelajar dan mahasiswa luar negeri, mulai dari Asia, terutama Indonesia, Afrika, hingga Eropa, yang menimba ilmu di kota ini.

Karena begitu istimewanya kota Tarim, sampai sekarang banyak orang datang ke sana untuk mengambil berkah, menuntut ilmu hingga berziarah ke makam wali-wali Allah. Meskipun kondisi negara Yaman saat ini masih bergolak dan tak kondusif untuk dikunjungi, hal itu tak menghentikan langkah mereka untuk mengujungi kota paling diberkati di muka bumi… (eh).

(sumber: berbagai sumber)

Beri Komentar
4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian