Tips Jitu Atur Duit Bagi Para Ibu Ala Direktur BRI

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 22 Desember 2020 09:33
Tips Jitu Atur Duit Bagi Para Ibu Ala Direktur BRI
Dalam keluarga, wanita berperan sebagai menteri keuangan yang seharusnya piawai dalam mengelola keuangan.

Dream – Seorang perempuan sering berperan layaknya chief financial officer (CFO) sebuah perusahaan di dalam rumah tangganya. Mereka mengatur pengelola keuangan, baik pribadi maupun keluarga, untuk jangka pendek, menengah, hingga panjang.

Peran CFO para istri dan ibu itu diakui oleh Direktur Konsumer Bank Rakyat Indonesia (BRI) Handayani, dalam webinar BRI Motherpreneur, dikutip dari Liputan6.com, Selasa 22 Desember 2020 

“ Kalau bicara keuangan, CFO itu benar-benar memastikan bahwa saat ada ancaman, ada sustainability keuangan. Bagaimana CFO itu bisa memilah mana yang desire (keinginan) mana yang needs (kebutuhan),” kata Handayani.

Menurutnya, perempuan harus memiliki horizon keuangan yang baik. Yang terpenting, bagaimana cashflow atau arus kas baik itu pribadi maupun keluarga tidak tersendat. Apalagi di masa sulit seperti saat ini kala pandemi Covid-19 mendadak mengubah keseharian masyarakat.

Untuk wanita yang sudah berkeluarga, mengatur keuangan merupakan tugas kritis karena seorang istri harus memahami kebutuhan keluarga baik jangka pendek, menengah dan panjang, untuk seluruh anggota keluarga. Penting juga bagi seorang istri untuk selalu menyiapkan dana darurat.

“ Jangan sampai nggak punya dana darurat. Minimal, 1 tahun ke depan (punya dana darurat), sehingga ketika ada ancaman, ada solusi yang baik,” kata dia.

1 dari 4 halaman

Ini Formulanya

Rumus pembagian penghasilan juga harus diterapkan dengan disiplin. Handayani menyarankan untuk menerapkan formula 40-30-20-10 dalam mengatur keuangan. Porsi 40 persen penghasilan dihabiskan untuk konsumsi dan kebutuhan sehari-hari.

Lalu, 30 persen untuk batas maksimal utang yang dimiliki. Porsi 20 persen untuk keuangan jangka menengah dan panjang.

“ Sepuluh persennya harus jadi dana darurat. Ada atau tidak terjadi sesuatu, harus tetap ada dana ini,” kata dia.


(Sumber: Liputan6.com/Athika Rahma)

2 dari 4 halaman

Tak Hanya Hambatan, Pandemi Covid-19 Juga Buka Peluang untuk Perempuan

Dream – Para perempuan di seluruh dunia terkena dampak pandemi Covid-19 secara tidak proporsional. Ada 87 persen perempuan terdampak pandemi ini.

Banyak sektor yang terpukul karena ekonomi yang merosot, kesenjangan gender di dunia digital, di tengah transportasi digital, dan meningkatnya tanggung jawab perempuan dalam mengasuh anak saat pandemi, hanya beberapa faktor yang membuat peran perempuan sebagai pengusaha menjadi sangat rentan.

Namun di sisi lain, pandemi ini juga memberikan peluang bagi kaum Hawa. 

Dikutip dari keterangan tertulis Mastercard, Kamis 26 November 2020, laporan Mastercard Index of Women Entrepreneurs (MIWE) 2020 menunjukkan temuan menarik untuk membangun studi-studi kebijakan berbasis gender secara internasional.

 

© Dream

 

Executive Vice President Enterprise Partnership Asia Pacific Mastercard, Julienne Loh, mengatakan, pandemi Covid-19 membawa kemunduran sekaligus peluang bagi perempuan. MIWE 2020 menganalisis awal tentang dampak Covid-19 bagi perempuan di tempat kerja, dan membuat kebijakan dukungan yang efektif.

Meskipun berbeda antara satu negara dibandingkan negara lain, kebijakan yang terbukti paling efektif meliputi langkah-langkah bantuan ekspansif untuk para UKM – dari subsidi gaji hingga skema cuti dan dana talangan fiskal – serta dukungan dalam mengasuh anak.

Laporan ini juga menyajikan pandangan optimis terhadap masa depan pengusaha perempuan. Laporan ini menunjukkan bahwa pandemi dapat menjadi katalisator kemajuan eksponensial bagi perempuan dalam bisnis dan peluang untuk memperbaiki bias gender.

3 dari 4 halaman

Tunjukkan Kepemimpinan di Tengah Pandemi Covid-19

Situasi Covid-19 menghadirkan narasi pemberdayaan bagi perempuan dalam dunia kepemimpinan, memberikan inspirasi di saat hambatan budaya dan ketakutan akan kegagalan masih menghalangi sebagian perempuan untuk memulai bisnis. Covid-19 telah menunjukkan kemampuan perempuan untuk memimpin di tengah keadaan luar biasa.

Para pemimpin perempuan dunia seperti Perdana Menteri Jacinda Ardern dari Selandia Baru, Kanselir Angela Merkel dari Jerman, dan Presiden China Taipei, Tsai Ing-Wen, telah memimpin beberapa upaya paling sukses dalam mengatasi Covid-19 dengan mengusung ketertiban, jaminan, kepercayaan dan ketenangan. Ada 47,8 persen pengusaha perempuan yang menyatakan bahwa mereka terdorong oleh keinginan untuk berkontribusi lebih besar pada kebaikan masyarakat, dampak yang dibawa oleh para pemimpin ini tidak dapat diremehkan.

Perempuan di dunia bisnis sudah menunjukkan kemampuan beradaptasi yang nyata, meskipun ada hambatan besar untuk sukses. Di garis depan, pengusaha perempuan beradaptasi dengan situasi baru di pekerjaan mereka dengan kepercayaan diri yang baru. Ada 42 persen perempuan yang telah beralih ke model bisnis digital dan 34 persen telah mengidentifikasi peluang bisnis baru sejak pandemi.

Situasi new normal memberikan kesempatan sekali seumur hidup untuk menghilangkan hambatan, mendorong partisipasi dan keseimbangan gender yang lebih besar bagi perempuan di dunia bisnis. Selain memperbesar kesenjangan yang dihadapi para perempuan di dunia bisnis mulai dari kesenjangan gender hingga inklusi keuangan, Covid-19 telah menjadi stimulus yang intens untuk kemajuan struktural.

4 dari 4 halaman

Pandemi Covid-19 Tunjukkan Kemampuan Perempuan yang Sebenarnya

Laporan ini juga mencatat bahwa dampak dari pengamatan ini sangatlah besar. Laporan ini secara lebih jauh menunjukkan kemampuan perempuan yang sesungguhnya sebagai pemimpin dan, secara kritis, menyoroti dampak pandemi dalam mempercepat solusi progresif.

Memanfaatkan momentum ini dan memperjuangkan inisiatif berbasis gender berperan sangat penting dalam mendorong potensi para perempuan dan mengurangi US$172 triliun yang hilang secara global karena perbedaan penghasilan perempuan dan laki-laki seumur hidup.

Executive Vice President Global Consumer Products and Financial Inclusion Mastercard, Sue Kelsey, mengatakan krisis akan menyingkap kerentanan dalam sistem. Covid-19 telah menunjukkan kerentanan dengan cepat.

“ Kami telah melihat tingkat disparitas yang mengejutkan yang dihadapi perempuan dalam dunia bisnis. Namun, berbeda dengan penurunan ekonomi lainnya, Covid-19 juga telah membuka jalan bagi kemajuan yang cukup besar dan kami telah melihat apa yang dapat dicapai jika prioritas diberikan,” kata Kelsey.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar