Wanita Menolak Mengembalikan Uang Salah Transfer Senilai Rp17 Miliar. (foto: Shutterstock)
Dream – Seorang wanita bernama Kelyn Spadoni ditangkap setelah menolak mengembalikan uang 'nyasar' senilai US$1,2 juta atau sekitar Rp17,56 miliar. Uang itu masuk ke rekeningnya akibat salah transfer. Tapi bukannya dikembalikan, uang itu malah dibelikan rumah dan mobil baru.
Dikutip dari Daily Star, Rabu 14 April 2021, cerita ini bermula perusahaan jasa finansial, Charles Schwab, yang salah mengirimkan uang senilai US$1,2 juta ke rekening Kelyn pada Februari 2021. Padahal, uang yang seharusnya dikirimkan senilai US$82,56 atau sekitar Rp1,21 juta.
Saat bank meminta uang tersebut dikembalikan, Kelyn menolak karena sudah tak ada lagi di rekening banknya.
Pimpinan kantor sheriff Jerson Parish mengatakan Kelyn memindahkan uang itu ke rekening berbeda sebelum menggunakannya untuk membeli rumah dan sebuah Hyundai Genesis. Juru bicara kantor sheriff, Kapten Jason Rivarde, mengatakan, uang itu bukanlah hak Kelyn.
Menurut petugas, Kelyn tak berhak memiliki uang tersebut, meskipun hasil salah transfer.
Charles Schwab and Co melayangkan somasi Kelyn ke pengadilan. Perusahaan mencoba untuk menghubunginya beberapa kali, tapi tak pernah sukses.
Dalam gugatannya, perusahaan berpendapat bahwa kontrak akun Kelyn dengan Schwab mencakup kesepakatan bahwa klien yang menerima kelebihan penawaran dana, harus mengembalikan jumlah penuh.
Sejauh ini, sekitar 75 persen uang tersebut telah ditemukan. Kelyn dibebaskan dari Pusat Pemasyarakatan Paroki Jefferson setelah memberikan uang jaminan senilai US$50 ribu atau skitar Rp731,58 juta.
Kelyn juga telah dipecat dari kantor sheriff di bagian 911, tempatnya bekerja empat tahun belakangan.
© Dream
Dream - Tomedy Marbun (32), warga Pangkalan kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau, kaget bukan kepalang. Ini lantaran melihat rekening bank miliknya mendadak berisi hampir Rp100 triliun.
Awalnya pada Selasa lalu, ia berniat menyetorkan uang sebanyak Rp 250 ribu ke rekeningnya. Dia mendatangi Kantor Bank Mandiri yang berada di Jalan Lintas Timur (Jalintim), tepat di samping Mapolsek Pangkalankerinci.
Namun lantaran antrean panjang di depan kasir, Tomedy mengurungkan niatnya dan menyambangi ATM dengan layanan setoran tunai, di samping kantor bank.
Lima lembar uang pecahan Rp 50 ribu dimasukan ke mesin. Setelah mesin berproses dan transaksi berhasil, kertas resi penyetoranpun keluar.
Seperti biasa, kertas itu dilipatnya jadi pembungkus ATM dan dimasukkan ke kantong kecil di dompetnya. Tanpa ada rasa curiga, pemuda lajang ini bergegas pulang ke rumah.
" Sampai di rumah, saya iseng-iseng melihat struk (resi) dan saya kaget melihat saldo terakhirnya. Kalau boleh jujur, uang saya mungkin tak sampai Rp 500 ribu di dalamnya," kata Tomedy dilansir Dream dari laman Potretnews.com, Jumat 11 Maret 2016.
Padahal saldo yang tertera hampir Rp 1 miliar atau mencapai Rp 999.964.882,-. Belum percaya dengan angka yang tertulis di kertas resi, ia mencoba melakukan transaksi pengecekan saldo terakhir, melalui layanan SMS Banking.
Rasa herannya semakin menjadi-jadi dan isinya meledak nyaris mencapai Rp 100 triliun atau sekitar Rp 99.999.999.648.821,-.
Janggal dengan isi rekening yang batas maksimal penarikan hanya Rp 5 juta itu, Tomedy kembali mendatangi Kantor Bank Mandiri meski jam pelayanan hampir ditutup.
Setelah menceritakan seluruh kejadian kepada costumer service (CS), pegawai bank itu heran dan penasaran. Petugas CS itu pun berkonsultasi dengan pimpinan terkait transaksi janggal itu.
" Katanya baru kali ini terjadi seperti itu. Mereka juga tidak tahu bagaimana itu bisa terjadi dan dari mana asal uangnya. Sementara saya diminta menunggu, sampai sekarang belum ada kabarnya," imbuh Tomedy.
Ia masih menyimpan kertas resi transaksi setor tunai mencapai Rp 999 juta lebih dan SMS Banking yang hampir Rp 100 triliun yang dikirim dari nomor 3355 yang merupakan nomor layanan SMS Banking Bank Mandiri.
" Untuk sementara, katanya rekening saya diblokir dulu. Mereka juga tidak tahu kok bisa terjadi seperti itu," ujar Tomedy. Ulasan selengkapnya klik di sini.