60,95 Juta Transaksi Nasabah Mandiri Syariah Via e-Channel, wow!

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Kamis, 8 November 2018 19:30
60,95 Juta Transaksi Nasabah Mandiri Syariah Via e-Channel, wow!
Transaksi di sini yang paling banyak.

Dream - PT Bank Mandiri Syariah (Mandiri Syariah) mencatat transaksi elektronik selama Januari-September 2018 sebanyak 60,95 juta transaksi. Transaksi terbanyak ada di ATM Mandiri Syariah dan Bank Mandiri.

Selama periode itu, transaksi di ATM mencapai 38,53 juta transaksi, ATM Bersama dan Prima 7,47 juta, mobile and SMS banking 11,65 juta, dan net banking 3,29 juta.

" Kita memiliki 848 cabang, 1.043 ATM Mandiri Syariah, 17.319 ATM Bank Mandiri," kata Direktur IT dan Operation Mandiri Syariah, Achmad Syafii, di Jakarta, Kamis 8 November 2018.

Syafii mengatakan kartu ATM Mandiri Syariah yang beredar saat ini sebanyak 2,31 juta kartu. Ada 182.533 kartu yang berlogo Gerbang Pembayaran Nasional (GPN).

Kartu ATM reguler sebanyak 2,11 juta unit dan VISA 23.867 juta unit.

Sekadar informasi, Mandiri Syariah mencetak laba bersih Rp435 miliar pada kuartal III 2018. Laba ini naik 67 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp261 miliar.

Pertumbuhan laba didorong oleh penumbuhan bisnis (pembiayaan dan pendanaan), Fee Based Income (FBI), perbaikan kualitas pembiayaan, dan efisiensi biaya.

1 dari 2 halaman

Setahun Stop Pembiayaan Valas, Dirut Mandiri Syariah: Insya Allah Kami Aman

Dream – PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) tak lagi menerima pengajuan pembiayaan dalam bentuk dolar AS. Bank syariah ini memutuskan untuk mengurangi risiko kurs yang terjadi sepanjang tahun ini.

“ Sebenarnya sudah satu tahun terakhir kami tidak membiayai pembiayaan dalam bentuk valas (valuta asing). Jadi, Insya Allah kami akan stabil ke depannya,” kata Direktur Utama Mandiri Syariah, Toni Eko Boy Subari, di Jakarta, dikutip dari Merdeka.com, Kamis 8 November 2018.

Toni mengatakan Mandiri Syariah punya pembiayaan berjalan dalam bentuk dolar AS, namun angkanya cukup kecil.

“ Porsi pembiayaan valas Bank Syariah Mandiri hanya 5 persenan. Kecil,” kata dia.

Direktur Mandiri Syariah, Ade Cahyo Nugroho, mengatakan pembiayaan kuartal III 2018 sebesar Rp65,24 triliun atau meningkat 11,1 persen dari Rp58,72 triliun pada kuartal III 2017.

Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 10,07 persen dari Rp74,75 triliun pada kuartal III 2017 menjadi Rp82,28 triliun pada kuartal III 2018. Pertumbuhan ini didorong oleh produk tabungan yang meningkat 13,77 persen menjadi Rp32,99 triliun per kuartal III 2018.

“ Kalau dilihat antara pembiayaan dengan DPK, bisa dikatakan likuiditas kita aman, tidak ketat,” kata dia.

2 dari 2 halaman

Meroket 67%, Laba Bersih Mandiri Syariah Rp435 M di Kuartal III-2018

Dream – PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) melaporkan perolehan laba bersih senilai Rp435 miliar pada kuartal III 2018. Laba ini naik 67 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp261 miliar.

Sumber pertumbuhan laba Mandiri Syariah didorong oleh bisnis pembiayaan dan pendanaan, Fee Based Income, perbaikan kualitas pembiayaan, serta langkah efisiensi biaya yang ditempugh perusahaan.

Direktur Utama Mandiri Syariah, Toni E. B. Subari, mengatakan perusahaan juga membukukan peningkatan aset sebesar 11,01 persen pada kuartal III-2018 menjadi Rp84,09 triliun.

Di bisnis pembiayaannya, Mandiri Syariah mencatat pertumbuhan 11,11 persen year on year (yoy) dari Rp58,72 triliun menjadi Rp65,24 triliun. Segmen konsumen mencatat pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan sebesar 28,65 persen year on year dari semula Rp19,54 triliun menjadi Rp25,14 triliun.

“ Pertumbuhan pembiayaan tersebut tetap diiringi dengan kualitas yang baik,” kata Toni di Jakarta, Kamis 8 November 2018.

Sementara untuk pendapatan berbasis biaya, Toni mengatakan Mandiri Syariah mencatat peningkatan 16,34 persen menjadi Rp792 miliar pada kuartal III 2018.

Dana Pihak Ketiga (DPK) Mandiri Syariah juga tumbuh 10,07 persen dari Rp74,74 miliar menjadi Rp82,28 miliar.

Rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) nett Mandiri Syariah juga turun dari 3,12 persen menjadi 2,51 persen. Angka NPF gross Mandiri Syariah turun dari 4,69 persen menjadi 3,65 persen.

Menurut Toni, membaiknya kinerja Mandiri Syariah terlihat dari menurunnya NPF yang tadinya 3,12 persen menjadi 2,51 persen. Kemudian, NPF Gross juga turun dari 4,69 persen menjadi 3,65 persen.

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone