Cuma Berlangsung 3 Bulan, Transaksi ISEF 2022 Tembus Rp27,6 Triliun

Reporter : Alfi Salima Puteri
Selasa, 11 Oktober 2022 11:12
Cuma Berlangsung 3 Bulan, Transaksi ISEF 2022 Tembus Rp27,6 Triliun
Nilai transaksi ISEF pada tahun ini meningkat sebesar 7 persen dibanding tahun 2021 sebesar Rp25,8 triliun.

Dream - Bank Indonesia (BI) melaporkan transakai yang terjadi selama penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-9 tahun 2022 mencapai Rp27,6 triliun. Selain mampu mencetat nilai triliunan meski hanya berlangsung 3 bulan, transaksi ISEF tahun ini meningkat sebesar 7 persen dibanding tahun 2021 yang mencapai Rp25,8 triliun.

Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Junanto Herdiawan mengatakan transaksi tersebut mencakup pembiayaan lembaga keuangan syariah, transaksi antar pelaku usaha, transaksi antara pelaku usaha dengan konsumen, dan transaksi pameran ISEF 2022.

" Termasuk seluruh transaksi dalam rangkaian kegiatan FESyar 2022," ujar Junanto Herdiawan, dikutip dari laman bi.go.id, Selasa, 11 Oktober 2022.

Junanto menjelaskan, seluruh rangkaian kegiatan ISEF kali ini difokuskan untuk mendorong pemulihan ekonomi dan melibatkan berbagai kalangan. ISEF tahun ini mencatat partisipasi 566.181 peserta mulai dari FESyar hingga ISEF 2022.

ISEF juga mencatatkan 4.553 peserta dari empat kompetisi yang diselenggarakan selama tahun ini mulai dari Hijrahpreneur 3.0, Kompetisi Ekonomi Syariah Nasional (KESN), Youth Sharia Sociopreneur Competetition (YSSC), dan Modest Young Designer Competition (MYDC).

Kegiatan ini juga diikuti 106.355 pengunjung dari 92 negara melalui website ISEF 2022 yang dihitung mulai 1 September 2022 hingga 9 Oktober 2022. ISEF 2022 juga diikuti oleh 950 pelaku usaha yang terdiri dari 283 peserta offline dan 667 peserta online.

1 dari 1 halaman

Dalam gelaran ISEF, telah diterbitkan 1.898 sertifikat halal melalui sertifikasi pendampingan PPH yang mencapai 1.690 sertifikat dan self-declare yang mencapai 208 sertifikat.

Hal ini bertujuan untuk mendukung akselerasi sertifikasi halal yang difasilitasi Bank Indonesia hingga Oktober 2022.

Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung, berharap penyelenggaraan ISEF tahun ini mendorong pemulihan ekonomi nasional untuk mencapai pertumbuhan lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan melalui pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Penyelenggaraan ISEF 2022 juga diharapkan dapat berperan dalam menggerakkan sektor-sektor potensial dalam ekonomi dan keuangan syariah untuk tumbuh dan berkembang.

" Sehingga hal-hal tersebut mampu mendorong sektor ekonomi dan keuangan syariah dapat tampil sebagai kontributor signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus mampu diperhitungkan dalam tatanan global," kata kata Juda.

ISEF ke-9 tahun 2022 ini merupakan kolaborasi antara Bank Indonesia dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), mitra penyelenggara yang meliputi Kementerian Luar Negeri, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Agama, MUI, BPKH, BPJPH, BAZNAS, BWI, DSN-MUI, LPPOM-MUI, IHLC, IFC, PPHI, MES, IAEI, HERBITREN, OJK, dan LPS, termasuk mitra strategis internasional antara lain Islamic Development Bank (IsDB), UNDP, IILM, IFSB, dan World Zakat Waqf Forum.

Beri Komentar