Tren Positif BNI Syariah di Awal Tahun 2015

Reporter : Ramdania
Jumat, 24 April 2015 17:16
Tren Positif BNI Syariah di Awal Tahun 2015
Awal tahun, BNI Syariah sudah cetak laba Rp 45,67 miliar.

Dream - BNI Syariah mencatatkan laba sebesar Rp 45,67 miliar pada kuartal pertama tahun 2015 ini. Jumlah tersebut naik 32,36% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 34,50 miliar. Direktur Utama BNI Syariah Dinno Indiano menilai hal tersebut merupakan pencapaian yang baik di tengah kondisi perekonomian yang belum pulih.

“ Alhamdulillah, walaupun tahun 2015 belum menunjukkan perbaikan yang cukup berarti karena masih dipengaruhi ekonomi global, tahun ini dibuka dengan cukup baik yang ditunjukkan oleh beberapa indikator yang berjalan sesuai rencana, profitabilitas tercapai sebesar Rp 45,67 miliar atau naik sebesar 32,36% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 34,50 miliar," tutur Dinno seperti dikutip dari keterangan pers, Jumat, 24 April 2015.

Dinno menambahkan pada kuartal lalu, aset BNI Syariah tumbuh 31,35% dari tahun sebelumnya dengan posisi total aset per Maret 2014 mencapai Rp 15,61 triliun. Pertumbuhan aset ini, lanjutnya, didorong pertumbuhan pembiayaan sebesar 28,73% dan pertumbuhan DPK sebesar 38,13% dari tahun sebelumnya.

" Dengan semangat berHasanah di tahun 2015, kami bersyukur kinerja BNI Syariah triwulan pertama tahun 2015 berjalan baik," jelasnya.

Dari total pembiayaan sebesar Rp 15,70 triliun, ungkap Dinno, sebagian besar merupakan pembiayaan cabang reguler yang meliputi pembiayaan konsumtif 53,10% dimana dominasinya 83,88 % adalah pembiayaan Griya iB Hasanah dan pembiayaan produktif UKM 21,46%. Selanjutnya disusul oleh pembiayaan komersial 16,42%, pembiayaan mikro 6,68%, dan pembiayaan kartu Hasanah Card 2,34%.

Seiring dengan pertumbuhan pembiayaan, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga meningkat sebesar 38,13% dari tahun sebelumnya atau tumbuh sejumlah Rp 4,81 T dengan rasio Tabungan dan Giro (CASA) sebesar 44,22%. Pencapaian kinerja bisnis tersebut tetap memperhatikan kualitas pembiayaan dimana NPF sebesar 2,22%. (Ism)

Beri Komentar