Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
BI Mencatat Utang Luar Negeri Indonesia Naik Tipis.
Dream – Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan pertama 2017 mencapai US$326,3 miliar, setara Rp4.343,38 triliun. Angka itu naik 2,9 persen dibandingkan periode yang sama pada 2016.
Mengutip laman bi.go.id, Rabu 17 Mei 2017, peningkatan ini disebabkan beberapa faktor. Di antaranya kelompok peminjam yang terdiri dari sektor swasta dan publik.
Pada triwulan I, BI mencatat pertumbuhan kontraksi ULN swasta sebesar -3,6 persen. Sementara itu, ULN di sektor publik melambat dari 11 persen pada 2017 menjadi 10 persen pada 2017.
Di akhir kuartal I 2017, posisi ULN sektor publik tercatat sebesar US$166,5 miliar, setara Rp2.216,28 triliun atau 51 persen dari total ULN. Untuk ULN sektor swasta, jumlahnya sebesar USS$159,9 miliar, setara Rp2.128,43 triliun, atau 49 persen dari total ULN.
Dengan perkembangan itu, rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) triwulan I 2017 sebesar 34 persen. Angka ini turun dibandingkan dengan rasio ULN triwulan I 2016 sebesar 37 persen.
Sementara didasarkan pada jangka waktu awal, posisi ULN jangka panjang triwulan I 2017 sebesar US$284,2 miliar, setara Rp3.759,03 triliun. Dedangkan jangka pendek sebesar US$43,9 miliar, setara Rp584,35 triliun.
Jika diperhatikan dari sektor ekonomi, posisi ULN swasta pada akhir triwulan I 2017 terkonsentrasi di sektor keuangan, industri pengolahan, pertambangan, listrik, gas dan air bersih. Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 76,5 persen.
Pertumbuhan tahunan ULN sektor industri pengolahan, listrik, gas, serta air bersih meningkat dibandingkan dengan triwulan IV 2016. Sementara ULN sektor pertambangan dan sektor keuangan masih mengalami kontraksi pertumbuhan.
Bank Indonesia memandang perkembangan ULN pada triwulan I 2017 tetap sehat, namun terus mewaspadai risikonya terhadap perekonomian nasional. BI terus memantau perkembangan ULN, khususnya sektor swasta.
Ini dimaksudkan untuk memberikan keyakinan ULN dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang memengaruhi stabilitas makroekonomi.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran