Dolar AS Tembus Rp14.100, Indeks Syariah Terkulai Lagi

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 18 Mei 2018 16:39
Dolar AS Tembus Rp14.100, Indeks Syariah Terkulai Lagi
Dua sektor ini menjadi pendorong terbesar kinerja indeks yang melemah.

Dream - Bursa saham syariah Indonesia gagal mempertahankan laju positifnya setelah mengawali perdagangan dengan bergerak menguat. Tekanan nilai tukar rupiah yang kembali melemah membuat investor menahan diri masuk ke lantai bursa.

Pemodal semakin cemas melihat aksi jual asing yang kembali bertambah jelang libur akhir pekan ini. 

Indeks acuan saham syariah tak luput dari tekanan. Tiga indeks acuan saham syariah kompak ditutup melemah pada perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 18 Mei 2018.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terkoreksi 0,428 poin (0,25%) ke level 173,031. Masih dengan sisa tenaga dari perdagangan kemarin, ISSI mengawali perdagangan dengan menguat ke level 174,129. Indeks ISSI bahkan sempat menyentuh level tertinggi di 174,619 dan terendah di 173,141.

Namun tekanan jual akibat konsolidasi nilai kurs rupiah terhadap dollar AS membuat ISSI terseret melemah jelang penutupan perdagangan.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga bergerak melemah 2,750 poin (0,42%) ke level 658,302. Dengan 18 emiten bluechips syariah yang ditutup melemah, JII hanya bertumpu pada laju penguatan dari 9 saham unggulan syariah. 

Sementara indeks acuan saham syariah baru,  Jakarta Islamic Index 70, (JII70), belum memberikan kabar gembira. Indeks berisi 70 emiten saham syariah unggulan dan likuid ini merosot 0,837 poin (0,38%) ke level 218,899.

Laju jual beli saham syariah masih dalam tren tinggi meski lebih banyak diwarnai dengan aksi jual. Hingga sesi paska-penutupan perdagangan, tercatat Nilai 53,03 miliar lembar saham syariah diperdagangan dengan nilai transaksi turun menjadi Rp4,17 triliun. 

Langkah jual justru semakin masif dilakukan investor asing. Nett sell asing jelang akhir pekan ini kembali naik menjadi Rp286 miliar. 

Emiten sektor komoditas menjadi tumpuan investor di tengah situasi pasar yang kembali dilanda kecemasan. Indeks sektor sektor pertanian dan pertambangan bergerak naik 1,87 persen dan 1,65 persen.

Sebagian besar indeks sektoral melemah. Investor lebih banyak melepas sahamnya di sektor industri aneka dan properti. Indeks aneka terkoreksi 2,47 persen dan properti 1,27 persen.

Emiten keping biru syariah yang menjadi primadona kali ini adalah UNVR yang harganya terdongkrak Rp675, PTBA Rp140, INCO Rp120, INDF Rp75, dan PGAS Rp75.

Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah UNTR yang harga sahamnya turun Rp450, ASII Rp200, ICBP Rp175, WSKT Rp70, dan SCMA Rp60.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah 81 poin (0,58%) ke level Rp14.105 per dolar As. Kurs rupiah masih melemah, bahkan tergelincir ke level Rp14.131 per dolar AS.(Sah)

 

Beri Komentar
Suasana Cair Roger Danuarta dan Ayah Cut Meyriska di Meja Makan