Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tiga Indeks Syariah Sama-sama Melemah Hari Ini, Jumat 18 Mei 2018.
Dream - Bursa saham syariah Indonesia gagal mempertahankan laju positifnya setelah mengawali perdagangan dengan bergerak menguat. Tekanan nilai tukar rupiah yang kembali melemah membuat investor menahan diri masuk ke lantai bursa.
Pemodal semakin cemas melihat aksi jual asing yang kembali bertambah jelang libur akhir pekan ini.
Indeks acuan saham syariah tak luput dari tekanan. Tiga indeks acuan saham syariah kompak ditutup melemah pada perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 18 Mei 2018.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terkoreksi 0,428 poin (0,25%) ke level 173,031. Masih dengan sisa tenaga dari perdagangan kemarin, ISSI mengawali perdagangan dengan menguat ke level 174,129. Indeks ISSI bahkan sempat menyentuh level tertinggi di 174,619 dan terendah di 173,141.
Namun tekanan jual akibat konsolidasi nilai kurs rupiah terhadap dollar AS membuat ISSI terseret melemah jelang penutupan perdagangan.
Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga bergerak melemah 2,750 poin (0,42%) ke level 658,302. Dengan 18 emiten bluechips syariah yang ditutup melemah, JII hanya bertumpu pada laju penguatan dari 9 saham unggulan syariah.
Sementara indeks acuan saham syariah baru, Jakarta Islamic Index 70, (JII70), belum memberikan kabar gembira. Indeks berisi 70 emiten saham syariah unggulan dan likuid ini merosot 0,837 poin (0,38%) ke level 218,899.
Laju jual beli saham syariah masih dalam tren tinggi meski lebih banyak diwarnai dengan aksi jual. Hingga sesi paska-penutupan perdagangan, tercatat Nilai 53,03 miliar lembar saham syariah diperdagangan dengan nilai transaksi turun menjadi Rp4,17 triliun.
Langkah jual justru semakin masif dilakukan investor asing. Nett sell asing jelang akhir pekan ini kembali naik menjadi Rp286 miliar.
Emiten sektor komoditas menjadi tumpuan investor di tengah situasi pasar yang kembali dilanda kecemasan. Indeks sektor sektor pertanian dan pertambangan bergerak naik 1,87 persen dan 1,65 persen.
Sebagian besar indeks sektoral melemah. Investor lebih banyak melepas sahamnya di sektor industri aneka dan properti. Indeks aneka terkoreksi 2,47 persen dan properti 1,27 persen.
Emiten keping biru syariah yang menjadi primadona kali ini adalah UNVR yang harganya terdongkrak Rp675, PTBA Rp140, INCO Rp120, INDF Rp75, dan PGAS Rp75.
Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah UNTR yang harga sahamnya turun Rp450, ASII Rp200, ICBP Rp175, WSKT Rp70, dan SCMA Rp60.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah 81 poin (0,58%) ke level Rp14.105 per dolar As. Kurs rupiah masih melemah, bahkan tergelincir ke level Rp14.131 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya