Asing Mendadak Jor-joran Jual Saham, Indeks Syariah Rontok

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 15 Mei 2018 16:54
Asing Mendadak Jor-joran Jual Saham, Indeks Syariah Rontok
Pelemahan rupiah kembali melemah.

Dream – Indeks syariah belum keluar dari tekanan. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) sepanjang perdagangan mendekam di zona negatif setelah investor asing melakukan aksi jual besar-besar. 

Sehari setelah bom mengguncang Surabaya, Jawa Timur, pemodal asing mendadak keluar dari pasar modal Indonesia. Hingga sesi paska-penutupan perdagangan, asing mencatat nett sell hingga Rp1,16 triliun. 

Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 15 Mei 2018, indeks ISSI terpangksa 3,030 poin (1,71%) ke level 173,912. Banyaknya aksi jual saham membuat ISSI membuka perdagangan dengan melemah di level 176,579. 

Aksi jual besar-besar jelang sesi penutupan membuat ISSI menutup perdagangan dengan menyentuh titik terendah di 173,912.

Rontoknya harga saham dari 21 emiten unggulan syariah juga memaksa indeks bluechip syariah, JII turun tajam. Hanya menyisakan 7 emiten yang bergerak menguat, indeks JII rontok sampai 17,137 poin (2,52%) ke level 661,971.

Transaksi perdagangan saham syariah mulai mengender sehari paska pengeboman di Mapolresta Surabaya. Tercatat 43,53 milia saham syariah diperdagangkan hingga sesi paska-penutupan dengan nilai Rp4,06 tirliun. Secara volume dan nilai, perdagangan syariah kali ini tercatat menurun.

Sebagian besar indeks sektoral juga bergerak memerah. Koreksi terutama terjadi di saham-saham favorit pemodal asing khusus sektor keuangan yang anjlok sampai 2,96 persen. Koreksi dalam juga dialami indeks sektor infrastruktur sebesar 2,51 persen.

Sebaliknya, investor kembali mengamankan portofolio mereka dengan mengincar saham-saham komoditas. Indeks sektor pertambangan tercatat terangkat 0,72 persen dan pertanian 0,14 persen.

Banyak investor melepas saham UNVR dan UNTR. Aksi ini membuat harga saham kedua emiten tergerus masing-masing Rp1.875 dan Rp1.100. Koreksi harga ini juga diikuti oleh saham LPPF sebesar Rp175, TLKM Rp170, dan EXCL Rp150.

Emiten keping biru syariah pencetak top gainer kali ini adalah INCO yang harga sahamnya naik Rp90, WIKA Rp50, ADRO Rp40, PTPP Rp25, dan ANTM Rp5.

Dari pasar uang, kondisi rupiah belum stabil. Rupiah melemah di level Rp13.996 per dolar AS atau turun 23 poin (0,16%). Rupiah terperosok ke zona terbawah di level Rp14.021 per dolar AS.

(Sah)

 

Beri Komentar