Rupiah Sedikit Adem, Indeks Syariah Kompak Menguat

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 11 Mei 2018 16:58
Rupiah Sedikit Adem, Indeks Syariah Kompak Menguat
Saham-saham mana saja yang mengerek kinerja perdagangan?

Dream – `Harpitnas` hari ini, Jumat, 11 Mei 2018 tak mengurangi semangat pelaku pasar modal untuk berbelanja saham. Aksi beli pelaku pasar yang kemarin sempat dibuat cemas dengan kurs rupiah yang rontok mendorong indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali bergerak positif.

Bursa saham syariah Indonesia banyak bergantung pada pemodal lokal di tengah investor asing yang masih menahan diri masuk pasar. 

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) kembali menanjak 1,729 poin (0,98%) ke level 177,602. Indeks ISSI berhasil kembali ke zona hijau setelah dibuka menguat di level 175,900.

Meski berulang kali terpeleset masuk zona merah, ISSI sempat bertengger ke level tertingginya di 178,706.

Maraknya aksi beli pada saham unggulan syariah juga membuat Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), kembali menguat. Dengan 25 bluechips syariah yang ditutup menguat, indeks JII merangkak naik 5,300 poin (0,78%) ke level 683,137.

Transaksi perdagangan saham syariah masih relatif marak meski sedikit berkurang dibandingkan pra libur Harpitnas. Hingga sesi paska penutupan perdagangan, 52,48 miliar lembar saham diperdagangkan pelaku pasar dengan dana Rp4,46 triliun hilir mudik di bursa.

Pemodal asing masih dalam posisi jual pada saham-saham syariah dengan nett sell sedikit berkurang menjadi Rp309 miliar.

Sektor industri dasar, perdagangan, dan properti menjadi penggerak utama perdagangan bursa usai naik masing-masing 2,56 persen, 2,33 persen, dan 2,2 persen.

Koreksi dialami indeks sektor industri aneka dan infrastruktur yang melemah 0,47 persen dan 0,36 persen. 

Sentimen pelemahan rupiah yang mulai berkurang membuat investor berburu bluechips syariah. Top gainer indeks JII dihuni saham UNTR yang harga sahamnya meroket Rp2.300, disusul oleh LPPF Rp700, AKRA Rp250, SMGR Rp250, dan BSDE Rp125.

Sebaliknya, saham UNVR terkoreksi Rp450, ICBP Rp100, TLKM Rp70, dan ASII Rp50.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah sore ini bergerak menguat meski sempat tertekan di tengah perdagangan. Hingga pukul 16.59 WIB, dollar AS melemah 64 poin (0,46%) dan mendorong rupiah menguat ke level Rp13.964.

Hari ini rupiah tercatat sempat menyentuh level tertingginya di 13.126 per dollar AS. 

(Sah)

 

Beri Komentar