Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dua Indeks Syariah "berkilau" Hari Ini.
Dream – `Harpitnas` hari ini, Jumat, 11 Mei 2018 tak mengurangi semangat pelaku pasar modal untuk berbelanja saham. Aksi beli pelaku pasar yang kemarin sempat dibuat cemas dengan kurs rupiah yang rontok mendorong indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali bergerak positif.
Bursa saham syariah Indonesia banyak bergantung pada pemodal lokal di tengah investor asing yang masih menahan diri masuk pasar.
Pada penutupan perdagangan harian BEI, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) kembali menanjak 1,729 poin (0,98%) ke level 177,602. Indeks ISSI berhasil kembali ke zona hijau setelah dibuka menguat di level 175,900.
Meski berulang kali terpeleset masuk zona merah, ISSI sempat bertengger ke level tertingginya di 178,706.
Maraknya aksi beli pada saham unggulan syariah juga membuat Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), kembali menguat. Dengan 25 bluechips syariah yang ditutup menguat, indeks JII merangkak naik 5,300 poin (0,78%) ke level 683,137.
Transaksi perdagangan saham syariah masih relatif marak meski sedikit berkurang dibandingkan pra libur Harpitnas. Hingga sesi paska penutupan perdagangan, 52,48 miliar lembar saham diperdagangkan pelaku pasar dengan dana Rp4,46 triliun hilir mudik di bursa.
Pemodal asing masih dalam posisi jual pada saham-saham syariah dengan nett sell sedikit berkurang menjadi Rp309 miliar.
Sektor industri dasar, perdagangan, dan properti menjadi penggerak utama perdagangan bursa usai naik masing-masing 2,56 persen, 2,33 persen, dan 2,2 persen.
Koreksi dialami indeks sektor industri aneka dan infrastruktur yang melemah 0,47 persen dan 0,36 persen.
Sentimen pelemahan rupiah yang mulai berkurang membuat investor berburu bluechips syariah. Top gainer indeks JII dihuni saham UNTR yang harga sahamnya meroket Rp2.300, disusul oleh LPPF Rp700, AKRA Rp250, SMGR Rp250, dan BSDE Rp125.
Sebaliknya, saham UNVR terkoreksi Rp450, ICBP Rp100, TLKM Rp70, dan ASII Rp50.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah sore ini bergerak menguat meski sempat tertekan di tengah perdagangan. Hingga pukul 16.59 WIB, dollar AS melemah 64 poin (0,46%) dan mendorong rupiah menguat ke level Rp13.964.
Hari ini rupiah tercatat sempat menyentuh level tertingginya di 13.126 per dollar AS.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya