Uang Memang Membawa Kebahagiaan

Reporter : Ramdania
Minggu, 2 November 2014 14:02
Uang Memang Membawa Kebahagiaan
Sebuah survey mencatat semakin tinggi pendapatan sebuah negara maka tinggi pula tingkat kebahagiaan masyarakatnya.

Dream - Istilah tidak semua bisa dibeli dengan uang, tampaknya tidak berlaku untuk saat ini. Pasalnya, sebuah survei melaporkan di negara dengan pendapatan yang tinggi maka masyarakatnya memiliki tingkat kebahagiaan yang tinggi pula.

Seperti yang dilaporkan survei Global Pew Research Centre yang dikutip dari Gulf News, Sabtu, 1 November 2014, negara-negara kaya seperti Amerika Serikat, Jerman, dan Inggris menduduki puncak daftar negara dengan tingkat kebahagiaan tertinggi. Hal ini menunjukkan pendapatan nasional berkaitan erat dengan kepuasan pribadi.

Lembaga survei ini melakukan riset terhadap penduduk di 43 negara yang mewakili tingkat kehidupan terbaik dan terburuk. Survei ini pernah juga dilakukan pada tahun 2002 dan tahun 2005. Tujuannya, agar terlihat tren dari waktu ke waktu.

Namun, data tersebut juga mengakui adanya faktor lain dalam mendapatkan kebahagiaan selain uang. Sebagai contoh, Malaysia mendapatkan nilai kebahagian pada level 56 persen. Sementara, Jerman yang memiliki pendapatan nasional bruto jauh lebih besar dari Malaysia mendapatkan tingkat kebahagiaan pada level 60 persen, hanya terkait 4 persen dari Malaysia.

Survei juga menunjukkan uang memang bukan faktor satu-satunya dalam mencapai kebahagiaan. Seperti perempuan cenderung lebih bahagia dibandingkan pria, orang yang belum menikah dan setengah baya lebih bahagia dibandingkan orang yang telah menikah dan masih muda.

Orang-orang Asia juga mengalami kenaikan dalam tingkat kepuasan dalam lima tahun terakhir. Hal ini karena adanya mereka memiliki pengharapan yang besar mengenai masa depan. Mayoritas orang Bangladesh, Thailand, Indonesia, China, Filipina, dan India mengharapkan hidup yang meningkat dibandingkan saat ini pada 5 tahun ke depan.

Sementara itu, orang Yordania, Mesir, dan Tunisia merupakan masyarakat yang paling tidak puas dan pesimis terhadap masa depan di kalangan negara-negara berkembang. Menurut peneliti, hal ini disebabkan adanya gejolak politik dan sosial di wilayah ini.

Survei ini juga menunjukkan 8 dari 14 negara berkembang menunjukkan kenaikan tangga hidup, seperti terjadi di Indonesia, China, Pakistan, Malaysia, dan Rusia.

Survei ini menanyakan para responden mengenai kepemilikan barang-barang seperti televisi, kulkas, mesin cuci, microwave oven, komputer, mobil, sepeda, sepeda motor, dan radio. (Ism)

Beri Komentar