Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Keberadaan bank wakaf mikro (BWM) membuat pengusaha mikro bernapas lega. Selain bisa mendapatkan pembiayaan syariah dari BWM, mereka juga terhindar dari jerat rentenir.
Marni, seorang penjual kupat tahu di Karangsuci, Purwokerto salah satu nasabah yang merasakannya. Wanita berusia 48 tahun ini bersyukur mendapatkan pembiayaan dari BWM Amanah Berkah Nusantara yang dikelola oleh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hidayah.
Sebelum bergabung menjadi nasabah BWM, Marni terus pusing mencari modal untuk usaha kupat tahunya. Jalan pintas dia ambil. Meminjam uang dari rentenir.
" Saya biasanya minjam dari bank cethil (rentenir). Minjam Rp100 ribu, dikembalikannya Rp120 ribu," kata dia kepada Dream, Jumat 6 April 2018.
Uang pinjaman dari rentenir biasanya dilakukan Marni saat modal lagi cekak. Atau warungnya sepi sehingga tak ada uang yang bisa diputar.
Beban kerja Marni semakin berat karena sang suami tak bekerja. Alhasil, Mirna memilih berjuang sendiri.
" Kalau saya tidak bekerja, saya tidak bisa menutup kebutuhan hidup," kata dia yang tinggal di sekitar pesantren.
Setelah bergabung dengan BWM per Oktober 2017, Marni bersyukur mendapatkan pembiayaan Rp1 juta dengan marjin yang kecil. Hanya 3 persen per tahun. Saban minggu Marni rutin membayar Rp20 ribu.
![]()
Kini usaha Marni bertambah. Tak hanya menjual kupat tahu, Marni mulai berani menjual sembako sampai rujak kangkung. Lambat laun pendapatan juga membaik. Ibu beranak dua ini bisa mengantongi pendapatan Rp100 ribu-Rp200 ribu per hari.
" Alhamdulillah, saya bisa lanjut usaha. Pagi jualan nasi rames, siangnya kupat tahu dan rujak kangkung," kata dia.
Marni berharap pembiayaan mikro seperti ini terus ada karena mempermudah pengusaha mikro seperti dirinya. " Semoga BWM seperti ini bisa tetap ada," kata dia.

Lain Marni, lain pula Eka. Wanita penjual buah berumur paruh baya itu sedang membutuhkan dana. Dia ingin mengembangkan usaha dengan menjual pula, bakso, dan rujak.
Kesempatan datang saat wanita 38 tahun ini mendapatkan pembiayaan Rp1 juta dari BWM Amanah Berkah Nusantara dengan angsuran Rp20 ribu per minggu. " Uangnya untuk memutar modal. Dulu, saya berjualan chiki dan sosi," kata dia.
Eka mengatakan bisa mendapatkan pendapatan hingga Rp200 ribu dari usaha-usahanya itu.
Tak hanya itu, uangnya juga bisa digunakan untuk biaya sekolah dan jajan anak-anak. " Alhamdulillah ada pelatihannya juga," kata dia.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya