Dream - Indeks saham syariah kembali ditutup menguat setelah bursa Asia bergerak positif. Kondisi regional yang relatif aman memicu aksi beli terbatas investor lokal.
Angin positif juga berhembus dari aksi investor asing yang menambah porsi beli saham mereka. Sore ini asing mencetak nett buy hingga Rp 486 miliar, atau naik dua kali lipat dari perdagangan kemarin.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 2 Maret 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 2,277 poin (1,50%) ke level 154,583.
Dibantu 19 emiten yang menguat, indeks saham bluechips syariah juga ditutup menuat 11,073 poin (1,71%) ke level 659,995.
Relatif amannya sentimen dari dalam dan luar negeri, menahan kedua indeks acuan saham syariah ini bergerak nyaman di zona hijau. ISSI baru melompat ke level tertingginya di sesi penutupan perdagangan.
Dengan dana mengalir hingga bergulir Rp 4,07 triliun, sebanyak 119 emiten syariah mengakhiri perdagangan di zona positif. Sementara 51 lainnya tertekan aksi jual dan 61 emiten ISSI bertahan stagnan.
Seluruh indeks sektoral bergerak menguat dipimpin emiten barang konsumsi yang melonjak 1,85 persen, infrastruktur 1,59 persen, dan industri aneka 1,37 persen.
Saham UNVR yang melesat Rp 2,400 (5,29%), memimpin daftar saham bluechips syariah pencetak kenaikan harga tertinggi. Daftar top gainer lainnya dihuni ICBP yang naik Rp 200, INTP Rp 175, SMGR Rp 150, dan INDF Rp 125 per saham.
Sementara itu, AKRA kali ini mengalami tekanan jual dengan koreksi Rp 250 per saham. Top losser lainnya adalah WIKA Rp 90, MIKA Rp 20, ADRO dan WSKT masing-masing Rp 100 per saham.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah semakin bergerak lincah. Rupiah naik 50 poin (0,37%) menuju level 13.296 per dolar AS.