Pertimbangkan 3 Hal Ini Saat Wawancara Keluar Kerja

Reporter : Ramdania
Rabu, 2 Maret 2016 11:45
Pertimbangkan 3 Hal Ini Saat Wawancara Keluar Kerja
Jangan memberikan argumen yang dapat menyeret ke sebuah permasalahan.

Dream - Banyak perusahaan melakukan wawancara keluar sebagai langkah standar ketika seorang karyawan akan keluar dari perusahaan. Tujuan wawancara ini adalah untuk mengukur pengalaman karyawan dan menggali informasi yang berguna bagi perusahaan untuk memperbaiki retensi dan mengurangi perputaran karyawan.

Sebaliknya, banyak karyawan yang akan segera menjadi mantan karyawan menganggap wawancara keluar ini sebagai sesuatu yang tidak membuat mereka nyaman atau sebagai cara perusahaan mencari-cari kesalahan selama mereka bekerja.

Terlepas dari itu semua, dua pendapat tersebut adalah sesuatu yang tidak produktif atau memicu situasi tidak menyenangkan bagi rekan kerja atau perusahaan.

Seperti dikutip dari Gulf News, Selasa 1 Maret 2016, jika Anda memutuskan keluar dari perusahaan dan diminta melakukan wawancara keluar, cobalah untuk memahami beberapa poin berikut saat akan menjalaninya.

1. Persiapan

Bahkan jika Anda belum pernah menjalani wawancara keluar sebelumnya, Anda harus mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Memiliki daftar topik pembicaraan yang menurut Anda penting sangat dianjurkan. Tidak harus isu negatif, daftar topik tersebut bisa berupa petunjuk bagi manajemen atau peluang yang lebih baik bagi perusahaan.

Selain itu, cobalah menghindari pembicaraan tentang Anda yang bisa berakibat buruk secara mental. Misalnya, Anda mungkin tidak ingin membahas masalah pribadi rekan kerja, politik kantor, dan lain sebagainya. Jika semua ini adalah penyebab langsung dari keputusan Anda untuk pergi, Anda harus berpikir tentang bagaimana Anda akan menyajikan alasan Anda tanpa menyerang secara pribadi atau menyalahkan tugas yang diberikan.

Pastikan bahwa Anda juga memiliki daftar pengalaman positif Anda. Berikan keseimbangan dalam ulasan Anda. Ini semua akan memberikan kredibilitas pada diri Anda, dan membantu Anda mempersembahkan pengalaman bersama perusahaan sebagai gambaran yang lengkap. Selain itu, jika Anda tidak punya jawabannya, jangan coba-coba melakukan improvisasi. Tujuan Anda hanya menyediakan wawasan yang mendalam terhadap perusahaan.

2. Jangan Berkeluh Kesah

Selama bertahun-tahun, banyak hal yang terjadi di tempat kerja. Wawancara Anda yang satu jam atau lebih, tidak harus didominasi oleh kata-kata kasar tentang segala sesuatu yang tidak mengena di hati Anda. Tetap fokus pada pengalaman Anda secara keseluruhan, apa yang memotivasi Anda untuk tetap bertahan selama ini, tentang masalah besar dan hal-hal yang perlu perbaikan.

Hindari terseret ke satu argumen atau masalah bahkan jika itu adalah penyebab utama keputusan Anda untuk pergi. Dalam kasus seperti itu, buatlah pernyataan yang jelas tentang mengapa insiden itu menyebabkan Anda pergi tanpa perlu memberi penjelasan detail.

Ingat, Anda hampir keluar dari pintu, dan perusahaan mungkin tidak menganggap kata-kata Anda sebagai hal yang sangat penting. Jadi apa pun yang Anda katakan, pastikan bahwa itu memiliki alasan atau bukti kuat jika perusahaan memutuskan untuk menyelidiki lebih lanjut. Jika tidak, Anda mungkin memutuskan hubungan kerja tanpa alasan.

Selain itu, tetap profesional dalam nada bicara, penampilan dan sikap Anda. Kesan terakhir akan hidup lebih lama dari yang pertama. Semakin santai dan percaya diri Anda berbicara tentang pengalaman Anda, semakin besar kemungkinan pewawancara akan menganggap apa yang Anda katakan sebagai sesuatu yang serius.

3. Catat Semuanya

Jika Anda berpikir bahwa wawancara keluar adalah kesempatan Anda untuk balas dendam kepada manajemen yang buruk atau staf yang tidak kompeten, Anda salah. Pengaruhnya sangat sedikit pada saat ini. Memang, Anda mungkin bisa menunjukkan kekurangan dan memastikan bahwa semua itu didokumentasikan. Ini dapat membantu kasus Anda jika Anda mendokumentasikan masalah tersebut dengan atasan Anda, khususnya jika kepergian Anda berakhir kurang baik.

Jika hubungan Anda dengan perusahaan berakhir dalam kasus hukum, wawancara ini dapat menjadi bagian dari dokumen dalam kasus ini. Jadi untuk memastikan semuanya konsisten, pastikan bahwa Anda mencatat masalah tersebut dan menyelesaikan yang tertunda. Sekali lagi, semua ini harus dilakukan dengan nada netral. Ingat wawancara keluar bukan sidang pengadilan.

Beri Komentar