Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Proses perekrutan adalah salah satu aspek yang paling penting dari sebuah perusahaan. Tetapi sekali seorang karyawan baru dipekerjakan, tidak ada yang peduli lagi pada proses perekrutan.
Itu adalah kesalahan. Karena mengabaikan proses perekrutan memiliki beberapa efek serius pada bisnis.
Dalam sebuah survei 2015 Leadership IQ yang meneliti 20.000 karyawan baru selama periode tiga tahun, ditemukan bahwa 46 persen dari mereka menjadi karyawan gagal dalam waktu 18 bulan.
Entah bagaimana, perusahaan menerima saja hampir satu dari setiap dua karyawan yang mereka rekrut mengalami kegagalan. Dan, mereka melakukan itu, bukannya menganalisis dan menyempurnakan proses perekrutan itu sendiri.
Seperti dikutip dari Entrepreneuer, Senin, 29 Februari 2016, berikut adalah tiga alasan perusahaan perlu mulai memperhatikan masalah 'kualitas proses perekrutan' dan bagaimana hal itu berpengaruh positif pada perusahaan.
1. Proses yang lebih baik
Dalam survei 2015 Indeed pada lebih dari 4.000 orang dewasa, 51 persen mengatakan mereka akan tertarik pada pekerjaan baru yang ditawarkan dengan jam fleksibel. Dan di sini, pengusaha mungkin menganggap bahwa memberikan lebih banyak fleksibilitas kepada karyawan terkait jadwal kerja akan menguntungkan. Tapi tidak ada yang mengatakan 51 persen karyawan itu akan memiliki kinerja tinggi. Jadi, hanya menyoroti masalah fleksibilitas saja perusahaan mungkin mendapat kandidat yang tidak qualified.
Berbagai macam tunjangan dan manfaat mungkin akan menarik bermacam-macam jenis karyawan. Tanpa mengukur kualitas perekrutan, tidak ada cara untuk mengetahui apakah seorang karyawan baik atau buruk. Memang, dengan mengetahui apa yang membuat kandidat berbeda dapat membantu perusahaan memperbaiki proses perekrutan mereka dengan lebih baik.
2. Waktu perekrutan yang lebih singkat
Sebuah survei tahun 2015 oleh Glassdoor terhadap lebih dari 344.000 proses wawancara menemukan bahwa lama rata-rata proses perekrutan di Amerika Serikat adalah 22,9 hari, naik dari 12,6 hari pada tahun 2010.
Alasan proses perekrutan di AS semakin panjang adalah bahwa kandidat harus menghadapi lebih banyak proses penyaringan, mulai dari pemeriksaan latar belakang, tes kepribadian dan tes keterampilan. Perusahaan berusaha untuk memastikan bahwa siapa pun yang mereka rekrut akan benar-benar bekerja dalam jangka panjang.
Tapi ada pilihan lain. Daripada menyaring calon melalui berbagai macam tes, Anda bisa mengukur kualitas kandidat dengan menilai masing-masing pemohon. Ini akan menunjukkan celah-celah yang memungkinkan kandidat buruk ikut terjaring dalam proses perekrutan, dan Anda akan melihat bagaimana memperbaiki masalah tersebut pada sumbernya.
3. Memperbaiki employee retention
Departemen SDM (Sumber Daya Manusia) memiliki tugas yang sangat penting, yakni menciptakan employee retention. Intinya adalah melakukan berbagai terobosan untuk membuat karyawan tetap bertahan di perusahaan.
Menerapkan proses perekrutan yang lebih efektif dan efisien, akan menghasilkan kejutan lebih sedikit ketika karyawan mulai bekerja. Sebab, baik perusahaan dan karyawan tahu persis apa yang mereka hadapi dan yakin bahwa kedua belah pihak saling merasa cocok.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya