Dream - Proses perekrutan adalah salah satu aspek yang paling penting dari sebuah perusahaan. Tetapi sekali seorang karyawan baru dipekerjakan, tidak ada yang peduli lagi pada proses perekrutan.
Itu adalah kesalahan. Karena mengabaikan proses perekrutan memiliki beberapa efek serius pada bisnis.
Dalam sebuah survei 2015 Leadership IQ yang meneliti 20.000 karyawan baru selama periode tiga tahun, ditemukan bahwa 46 persen dari mereka menjadi karyawan gagal dalam waktu 18 bulan.
Entah bagaimana, perusahaan menerima saja hampir satu dari setiap dua karyawan yang mereka rekrut mengalami kegagalan. Dan, mereka melakukan itu, bukannya menganalisis dan menyempurnakan proses perekrutan itu sendiri.
Seperti dikutip dari Entrepreneuer, Senin, 29 Februari 2016, berikut adalah tiga alasan perusahaan perlu mulai memperhatikan masalah 'kualitas proses perekrutan' dan bagaimana hal itu berpengaruh positif pada perusahaan.
1. Proses yang lebih baik
Dalam survei 2015 Indeed pada lebih dari 4.000 orang dewasa, 51 persen mengatakan mereka akan tertarik pada pekerjaan baru yang ditawarkan dengan jam fleksibel. Dan di sini, pengusaha mungkin menganggap bahwa memberikan lebih banyak fleksibilitas kepada karyawan terkait jadwal kerja akan menguntungkan. Tapi tidak ada yang mengatakan 51 persen karyawan itu akan memiliki kinerja tinggi. Jadi, hanya menyoroti masalah fleksibilitas saja perusahaan mungkin mendapat kandidat yang tidak qualified.
Berbagai macam tunjangan dan manfaat mungkin akan menarik bermacam-macam jenis karyawan. Tanpa mengukur kualitas perekrutan, tidak ada cara untuk mengetahui apakah seorang karyawan baik atau buruk. Memang, dengan mengetahui apa yang membuat kandidat berbeda dapat membantu perusahaan memperbaiki proses perekrutan mereka dengan lebih baik.
2. Waktu perekrutan yang lebih singkat
Sebuah survei tahun 2015 oleh Glassdoor terhadap lebih dari 344.000 proses wawancara menemukan bahwa lama rata-rata proses perekrutan di Amerika Serikat adalah 22,9 hari, naik dari 12,6 hari pada tahun 2010.
Alasan proses perekrutan di AS semakin panjang adalah bahwa kandidat harus menghadapi lebih banyak proses penyaringan, mulai dari pemeriksaan latar belakang, tes kepribadian dan tes keterampilan. Perusahaan berusaha untuk memastikan bahwa siapa pun yang mereka rekrut akan benar-benar bekerja dalam jangka panjang.
Tapi ada pilihan lain. Daripada menyaring calon melalui berbagai macam tes, Anda bisa mengukur kualitas kandidat dengan menilai masing-masing pemohon. Ini akan menunjukkan celah-celah yang memungkinkan kandidat buruk ikut terjaring dalam proses perekrutan, dan Anda akan melihat bagaimana memperbaiki masalah tersebut pada sumbernya.
3. Memperbaiki employee retention
Departemen SDM (Sumber Daya Manusia) memiliki tugas yang sangat penting, yakni menciptakan employee retention. Intinya adalah melakukan berbagai terobosan untuk membuat karyawan tetap bertahan di perusahaan.
Menerapkan proses perekrutan yang lebih efektif dan efisien, akan menghasilkan kejutan lebih sedikit ketika karyawan mulai bekerja. Sebab, baik perusahaan dan karyawan tahu persis apa yang mereka hadapi dan yakin bahwa kedua belah pihak saling merasa cocok.
Advertisement