Dibuka Menguat, Emiten Komoditas Jaga Indeks Syariah

Reporter : Syahid Latif
Senin, 29 Februari 2016 09:31
Dibuka Menguat, Emiten Komoditas Jaga Indeks Syariah
Kurs rupiah mulai menghadapi tekanan.

Dream - Aksi reboun berlanjut di pembukaan perdagangan awal pekan. Namun penguatan ini tak bertahan lama setelah muncul aksi jual investor.

Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 29 Februari 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik tipis 0,23 poin ke level 150,228.

Awal positif juga dicetak indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang naik 1,243 poin ke level 637,866.

Sayang, penguatan kedua indeks acuan saham syariah ini tak berlangsung lama. Hingga pukul 09.35 WIB, ISSi sudah terkoreksi 0,497 poin (0,33%) ke level 149,501. Sementar aindeks JII turun 2,658 poin (0,42%) ke level 633,965.

Transaksi perdagangan saham syariah di awal pekan ini mencapai Rp 443,82 miliar dengan 4,95 miliar saham yang berpindahtangan.

Aksi jual untuk sementara telah menyeret 71 emiten syariah masuk zona negatif. Sementara 54 emiten ISSI bertahan untuk menguat dan 40 lainnya melaju stagnan.

Saham-saham di sektor komoditas kali ini menjadi buruan investor. Indeks sektor pertanian sudah menguat 1,19 persen, begitu pula pertambangan naik 0,19 persen.

Emiten lain yang menjadi buruan investor adalah saham keuangan yang naik 0,11 persen dan industri dasar 0,05 persen.

Dari kawasan regional, sejumlah indeks utama bursa Asia membuka perdagangan dari zona hijau. Sama dengan Indonesia, tekanan jual juga mulai melanda saham Tionkok dan Korea. Sementara indeks Nikkei Jepang masih menguat 66,800 poin (0,41%) begitu pula Strait Times Singapura naik 0,09 persen.

Di pasar keuangan, dolar AS tampaknya sedang menunjukan keperkasaannya. Pagi ini rupiah sudah terkoreksi 14 poin (0,10%) menuju 13.395 per dolar AS.

Beri Komentar