Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Tarif Kereta Bandara Soekarno-Hatta Belum Ditentukan. (Foto: Merdeka.com)
Dream – Tarif Kereta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) kembali dievaluasi. Ada kemungkinan tarif KA Bandara Soetta yang semula ditetapkan Rp100 ribu, turun menjadi Rp70 ribu.
Dikutip dari laman Merdeka.com, Kamis 28 Desember 2017, PT Railink telah melakukan uji coba kereta bandara Soetta pada 26 Desember 2017 dengan tarif perdana Rp30 ribu per sekali jalan.
Usai uji coba publik, harga yang semula ditetapkan Railink sebesar Rp100 ribu kemungkinan akan kembali diturunkan pada kisaran Rp70 ribu sesuai permintaan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.
Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Zulfikri, mengatakan tarif tersebut untuk sementara masih diberlakukan flat dari Stasiun Sudirman. Tak tertutup kemungkinan tarif akan berubah atau lebih murah jika berangkat dari Stasiun Batuceper.
“Nanti kami lihat, evaluasi. Kalau demand di sini (Batuceper) tinggi, jadinya tidak fair kalau disamakan dengan di Sudirman,” kata Zulfikri di Stasiun Batuceper, Tangerang.
Dia berkata yang menjadi nilai jual utama kereta bandara adalah ketepatan waktu. Waktu tempuh dari Stasiun Sudirman Baru ke Bandara Soekarno-Hatta hanya makan waktu satu jam dengan kereta bandara.
“Segmennya kapasitas kereta bandara, kalau beroperasi penuh, 33 ribu seat per hari, sementara penumpang di bandara lebih dari 200 ribu. Yang dijual sebenarnya ketepatan waktu. Ini menjadi penting (untuk) penumpang angkutan udara,” kata dia.
Sekadar informasi, Budi Karya mengatakan Presiden Joko Widodo sudah memberikan satu harga yang pas. “Pak Presiden sudah ngasih satu harga yang bagus, menjadi Rp70 ribu,” kata dia di Istana Bogor, Bogor, Jawa Barat.
(Sah)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari