Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Melihat buah hati yang tertawa dan bermain-main dengan gembira atau tertidur pulas dengan wajah lucunya, kerap membawa ketenangan dalam hati. Dianjurkan untuk selalu mengusap kepala anak kecil dan membacakannya doa.
Mengusap kepala anak kecil, apalagi dia sudah berstatus sebagai yatim karena ditinggal wafat oleh ayahnya, termasuk perbuatan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Disebutkan dalam beberapa hadis bahwa Nabi Muhammad SAW dan beberapa sahabatnya senantiasa mengusap kepala anak kecil yang ditemuinya.
Dikutip dari Bincang Syariah, berikut hadis-hadis anjuran mengusap kepala anak kecil.
Pertama, Nabi Muhammad SAW mengusap kepala bayi berumur dua minggu dan kemudian beliau memberikan nama padanya. Ini sebagaimana riwayat yang disebutkan dalam kitab Tahdzib Al-Atsar berikut;

" Dari Idris bin Muhammad bin Anas bin Fadhalah bin Muhamad berkata; Telah menceritakan kepada kami kakekku, dan dia mendapatkan dari ayahnya berkata; Rasulullah Saw datang ke Madinah dan aku baru berumur dua minggu, aku didatangkan kepada Nabi Saw dan beliau mengusap kepalaku dan bersabda; Berilah dia nama seperti namaku.
© Dream
Kedua, Nabi Muhammad SAW memangku anak kecil sambil mengusap kepalanya. Ini berdasarkan hadis riwayat Imam Bukhari berikut;

Artinya: Dari Yusuf bin Abdullah bin Salam berkata; Rasulullah Saw memberikan nama Yusuf kepadaku dan beliau mendudukkanku di atas pangkuannya dan beliau mengusap kepalaku.
© Dream
Ketiga, Nabi Muhammad SAW mengusap kepala anak kecil dan mendoakan keberkahan untuknya. Ini berdasarkan hadis riwayat Imam Muslim berikut;

Sesungguhnya Ummu Muhammad bin Hatib mendatangi Nabi Saw dan berkata; Ini Muhammad bin Hatib yang pertama diberi nama seperti namamu. Maka Nabi Muhammad SAW mengusap kepalanya dan mendoakannya dengan keberkahan.
Penjelasan selengkapnya baca di sini.
© Dream
Dream - Menjadi seorang ayah merupakan tanggung jawab yang besar. Bukan hanya sekedar pencari nafkah utama, tapi juga menjadi contoh akhlak yang baik untuk anak dan istrinya. Ayah selama ini cenderung diidentikan sebagai sosok yang tegas dan berwibawa.
Satu hal yang sebenarnya dicontohkan Nabi Muhammad SAW saat menjadi ayah dan pelindung anak-anak adalah kelembutan. Salah satu kunci untuk akrab dan dekat dengan anak adalah sifat lembut.
Orangtua yang terbiasa bersikap lembut dalam mendidik anak, maka akan membuat anak memiliki pribadi yang hangat, bersikap hati-hati dan tidak berperangai keras lagi kasar.
Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam telah mencontohkan kepada kita bagaimana bergaul dan berinteraksi dengan anak kecil yang didasari rasa kasih sayang yang tulus. Anas menegaskan :
“ Rasulullah adalah orang yang paling penyayang kepada anak-anak dan keluarga”. ( Hadits shohih riwayat Ibnu Asakir, Shahih Al-Jami’ no. 4797 ).
Ibnu Abbas menuturkan, “ Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam mengunjungi kaum Anshar lalu memberi salam kepada anak-anak mereka serta membelai kepala mereka.” ( HR. An-Nasai, dishohihkan Al – Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 4947 )
Kedekatan beliau dengan anak-anak tetap tidak menghalangi untuk menyampaikan nasehat dan bimbingan ketika anak-anak melakukan kesalahan. Umar bin Abi Salamah bercerita,
“ Dulu aku adalah bocah yang berada dalam pengasuhan Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam”, Suatu ketika, tanganku berseliweran diatas nampan, maka Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam bersabda kepadaku : Ananda bacalah Bismillah, gunakan tangan kananmu dan makanlah makanan yang paling dekat denganmu!” ( HR. Bukhari dan Muslim).
Selengkapnya baca di sini.
Sumber: Muslimah.or.id
© Dream
Dream - Rasulullah SAW selalu mengajarkan pada umat Islam akan pentingnya adab. Adab merupakan norma atau aturan mengenai sopan santun yang didasarkan atas aturan agama Islam.
Bukan hanya mengajarkan sopan santun, tapi juga bersikap dan membangun karakter agar menjadi seorang muslim yang baik.
Untuk itu, orangtua diwajibkan menjadi teladan dalam mengajarkan akhlak yang baik pada anak-anaknya. Memberi contoh bagaimana bersikap, tidak egois, membantu orang lain, termasuk bagaimana bersikap menjadi muslim dan muslimah yang baik sesuai tuntunan Nabi Muhammad.
Dikutip dari Bincang Syariah, dalam kitab Tanqihul Qaul, Syaikh Nawawi menyebutkan beberapa keutamaan mengajarkan adab pada anak. Pertama, mengajarkan adab merupakan perintah langsung dari Nabi Muhammad SAW. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Ibnu Majah dari Anas bin Malik, dia berkata bahwa Nabi SAW bersabda:
Artinya: Hormatilah anak-anak kalian dan perbaikilah adab-adab mereka.
© Dream
Kedua, mendapatkan syafaat dari anak kelak di hari kiamat. Hal ini berdasarkan hadis yang bersumber dari Abu Dzar, bahwa Nabi SAW bersabda;
![]()
Artinya: Wahai kaum muslimin, barangsiapa yang dikarunia rezeki anak oleh Allah, maka wajib baginya mengajarkan adab dan mendidik anaknya tersebut. Karena barangsiapa mendidik anak dan mengajarkan adab padanya, maka Allah akan memberikan rizeki syafaat padanya. Barangsiapa membiarkan anaknya bodoh, maka setiap dosa yang dilakukan anak akan ditimpakan padanya.
© Dream
Ketiga, warisan terbaik adalah mengajarkan adab pada anak. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Imam Tirmidzi dari Amr bin ‘Ash, bahwa Nabi Saw bersabda;

Artinya: Tidak ada pemberian orang tua untuk anaknya yang lebih utama dibanding adab yang baik.
Penjelasan selengkapnya baca di sini