Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi
Dream - Bank Indonesia (BI) memprediksi kebutuhan uang selama Ramadan dan Idul Fitri tahun ini sebesar Rp160,4 triliun. Kebutuhan yang terbanyak ada di daerah Jabodetabek.
Menurut data BI pada Selasa 7 Juni 2016, ada sepuluh kawasan daerah sebaran kebutuhan uang, yaitu Sumatera Utara dan Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, dan Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, dan Bangka Belitung.
Daerah lainnya adalah Jabodetabek, Jawa Barat dan Banten, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara, serta Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Dari sepuluh kawasan, daerah yang kebutuhan uangnya terbanyak adalah Jabodetabek, yaitu Rp41,5 triliun. Lalu, disusul oleh Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar Rp21,2 triliun, Jawa Timur sebesar Rp19,9 triliun, serta Jawa Barat dan Banten yang sebesar Rp14,6 triliun.
Sementara itu, jumlah kebutuhan uang yang paling sedikit selama periode Ramadan dan Lebaran tahun ini adalah Bali dan Nusa Tenggara yang sebesar Rp6,6 triliun dan Sumatera Utara dan Nangroe Aceh Darussalam yang sebesar Rp9,8 triliun.
Berikut ini adalah rincian sebaran kebutuhan uang pada Ramadan dan Idul Fitri tahun ini.
1. Jabodetabek: Rp41,5 triliun
2. Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta: Rp21,2 triliun
3. Jawa Timur: Rp19,9 triliun
4. Jawa Barat dan Banten: Rp14,6 triliun
5. Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, dan Jambi: Rp12,6 triliun
6. Sulawesi, Maluku, dan Papua: Rp12,6 triliun
7. Kalimantan: Rp11,3 triliun
8. Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, dan Bangka Belitung: Rp10,2 triliun
9. Sumatera Utara dan Nangroe Aceh Darussalam: Rp9,8 triliun
10. Bali dan Nusa Tenggara: Rp6,6 triliun
Sebelumnya, Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI, Suhaidi, memperkirakan jumlah kebutuhan uang selama Puasa dan Lebaran tahun ini sebesar Rp160,4 triliun. Angka ini meningkat 14,5 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp140,4 triliun.
"Periode Ramadan dan Idul Fitri 2016 umumnya terjadi peningkatan kebutuhan uang tunai oleh masyarakat," kata Suhaidi dalam media briefing di kompleks BI, Jakarta, Senin 6 Juni 2016.
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya