Ingin Memperlambat Penuaan? Studi Ungkap Hal yang Mungkin Membantu dan yang Ternyata Tak Banyak Berpengaruh
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’
Pertamina Hulu Energi Akuisisi PI 3 WK di Kaltim, Salah Satunya di Lokasi Temuan Cadangan Gas Raksasa Tahun 2023
Spa and Wellness Jadi Bagian dari Gaya Hidup Urban, Ini Manfaatnya bagi Tubuh dan Pikiran
Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
Bank Indonesia Memprediksi Kebutuhan Uang Selama Ramadan Dan Idul Fitri Tahun Ini Meningkat.
Dream - Bank Indonesia memprediksi kebutuhan uang selama periode Ramadan dan Idul Fitri 2016 sebesar Rp160,4 triliun. Angka ini naik 14,5 persen dari kebutuhan periode sebelumnya yang sebesar Rp140 triliun.
" Periode Ramadan dan Idul Fitri 2016 umumnya terjadi peningkatan kebutuhan uang tunai oleh masyarakat," kata Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI), Suhaidi, dalam media briefing di kompleks BI, Jakarta, Senin 6 Juni 2016.
Dia mengatakan ada empat faktor yang menyebabkan kenaikan kebutuhan uang. Salah satunya adalah pembayaran gaji ke-13 dan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
" Faktor penyebab kenaikan outflow adalah pembayaran gaji PNS/TNI/Polri serta gaji ke-13 dan gaji ke-14," kata Suhaidi.
Dia mengatakan faktor-faktor yang lainnya adalah jumlah hari libur yang lebih banyak, yaitu 6 hari libur menjadi 5 hari libur (serta) bertepatan dengan periode liburan sekolah.
" (Faktor yang keempat), ada penambahan titik frekuensi penukaran, baik BI maupun kerja sama dengan perbankan," kata Suhaidi.
Dia juga mengatakan bahwa jumlah uang yang masuk (inflow) juga akan meningkat 14,1 persen selama Ramadan dan Lebaran, yaitu dari Rp26,2 triliun menjadi Rp29,9 triliun.
Selain itu, Suhaidi mengatakan uang yang beredar (UYD) pada akhir Ramadan meningkat sebesar 14,7 per tahun selama periode 2007-2015. Saat ini, posisi UYD per 31 Mei 2016 sebesar Rp534,7 triliun yang terdiri uang kertas senilai Rp527,6 triliun yang berupa 16 miliar lembar uang dan uang logam senilai Rp7,1 triliun yang berupa 19 miliar keping uang logam.
Advertisement

Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya



Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini