Viral Foto Bos Menangis Usai Pecat Karyawan, Berakhir Dihujat Netizen

Reporter : Nabila Hanum
Sabtu, 20 Agustus 2022 12:53
Viral Foto Bos Menangis Usai Pecat Karyawan, Berakhir Dihujat Netizen
Braden mengambil foto saat dirinya menangis karena memecat karyawannya.

Dream - Seorang CEO dari sebuah perusahaan di Amerika Serikat ramai dihujat oleh warganet setelah mengunggah foto selfie yang memperlihatkan dirinya sedang menangis. Warganet marah lantaran CEO tersebut memposting foto semacam itu setelah dia memecat karyawannya.

Dilansir dari India Times, Braden Wallake, CEO perusahaan pemasaran HyperSocial, terpaksa memecat 2 karyawannya karena satu dan lain hal.

Braden mengambil foto saat dirinya menangis karena memecat karyawannya. Foto itu kemudian ia posting di akun LinkedIn pribadinya.

1 dari 5 halaman

" Saya hanya ingin orang melihat, bahwa tidak semua CEO di luar sana berhati dingin dan tidak peduli ketika harus memberhentikan orang,” kata Braden.

Postingan tersebut menuai pro dan kontra. Tidak sedikit yang memberinya komentar negatif, mengatakan bahwa Braden menunjukan empati yang dibuat-buat, namun juga terdapat beberapa komentar positif dari CEO lainnya yang merasakan hal yang sama.

“ Alasan saya tidak menghapus postingan saya adalah karena saya menerima banyak pesan dari pemilik bisnis lain yang mengatakan, ‘saya suka ini, pernah merasakan hal yang sama, perasaan terburuk, saya bersamamu,” kata Braden.

2 dari 5 halaman

“ Ada banyak hal baik yang datang dari postingan ini, tetapi saya mencoba untuk tidak duduk di sana membaca komentar negatif,” imbuhnya.

Meski begitu, berkat foto selfie-nya yang viral, seorang karyawan yang dipecatnya justru mendapat banyak tawaran pekerjaan.

Noah Smith, salah satu karyawan yang dipecat mengaku mendapat banyak tawaran kerja karena postingan sang CEO.

“ Noah mengirimkan saya foto ini beberapa hari yang lalu. arena kalian semua, Noah akan memiliki banyak peluang luar biasa untuk dipilih," tulis Braden.

Braden mengaku, tak pernah terpikirkan olehnya jika foto selfie itu akan viral. Namun, ia berharap mantan karyawannya mendapatkan pekerjaan baru yang lebih baik.

" Dan dimanapun dia memutuskan untuk bekerja, akan sangat beruntung memilikinya," ujarnya.

Laporan : Erdyandra Tri Sandiva Sitorus

3 dari 5 halaman

Wanita Ini Dipecat Sehari Sebelum Mulai Bekerja, Alasan Si Bos Tak Terduga

Dream - Selama wawancara kerja, penting bagi pelamar untuk memberikan kesan yang baik kepada pewawancara. Selain itu, bertanyalah sebanyak mungkin tentang pekerjaan yang akan dilakukan agar tak terjadi salah paham.

Bicara soal wawancara kerja, tangkapan layar percakapan antara seorang wanita asal Malaysia dan calon bosnya viral di media sosial.

Meskipun pekerjaan tidak disebutkan, namun tangkapan layar memperjelas bahwa pria tersebut bekerja sebagai pembungkus paket.

4 dari 5 halaman

Orang yang tidak disebutkan namanya itu awalnya diterima dan si bos telah memberikan tanggal mulai bekerja. Namun, dia dipecat hanya satu hari sebelum pekerjaannya dimulai.

Dilansir World of Buzz, semuanya berawal ketika dia mengirim pesan kepada bosnya dan bertanya apakah harus tetap berdiri saat membungkus paket.

Diluar dugaan, sang bos justru memecat wanita tersebut dan memintanya tidak usah datang bekerja esok hari.

5 dari 5 halaman

" 'Ya, kamu harus (tetap berdiri). Tapi tidak apa-apa, saya berpikir kamu tidak cocok untuk pekerjaan ini. Kamu tidak harus datang besok," ujar si bos.

Menanggapi itu, wanita tersebut hanya berkata, " Baiklah, terima kasih."

Tangkapan layar itu telah menarik perhatian warganet Malaysia. Sebagain besar justru mendukung si wanita untuk tidak bekerja di perusahaan itu karena sikap majikan yang kekanak-kanakan.

" Itu bos yang kekanak-kanakan. Ini adalah tipe bos yang biasanya mengabaikan kesejahteraan karyawannya," ujar seorang warganet.

“ Bagi saya, terlihat seperti majikan yang kemungkinan besar akan mengeksploitasi anda. Anda harus keluar dari sana," timpal yang lain.

" Tidak rugi tidak bekerja untuk majikan ini."

" Kamu menyelamatkan dirimu sendiri. Ini bukan kerugian."

" Saya lebih suka tidak bekerja untuk majikan seperti ini."

Beri Komentar