Ketahuan Pacaran dengan Pegawai, Bos McDonald`s Dipecat

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 4 November 2019 17:20
Ketahuan Pacaran dengan Pegawai, Bos McDonald`s Dipecat
Siapa penggantinya?

Dream – Perusahaan jejaring makanan dunia, McDonald memecat bosnya, Steve Easterbrook karena alasan yang mengejutkan. CEO McDonald ini ketahuan bermain cinta dengan salah seorang karyawannya.

Dikutip dari BBC, Senin 4 November 2019, pebisnis asal Inggris ini dinilai telah melanggar regulasi kantor. Pengumuman ini disampaikan melalui e-mail kantor. Dalam surat elektronik, Steve mengakui perbuatannya merupakan suatu kesalahan. Sebab, perusahaan melarang atasan menjalin hubungan cinta dengan bawahannya.

“ Sejalan dengan nilai perusahaan, saya setuju dengan jajaran direksi bahwa ini saatnya untuk pindah,” kata dia.

Sekadar informasi, Steve pertama kali bekerja di McDonald’s sejak 1993. Saat itu, dia bekerja sebagai manajer restoran di London, Inggris, sebelum kariernya menanjak.

Duda ini memutuskan berhenti pada 2011 dan menjadi bos resto Pizza Express dan jaringan rumah makan Wagamama. Pada 2013, Steve kembali lagi ke McDonald’s dan menjadi CEO pada 2015.

Di bawah kepemimpinan Steve, McDonalad’s direvitalisasi, baik restoran maupun menunya. Di bawah kepimpinannya, McDonald’s mengembangkan bisnis pengiriman dan opsi pembayaran mobile untuk kemudahan pembeli.

Setelah pemecatan ini, jabatan Steve selanjutnya akan diteruskan Chris Kempczinski. Dia mengatakan Steve telah banyak menolongnya.

“ Steve membawaku ke McDonald’s dan dia mentor yang sabar dan banyak menolong,” kata Cris.

1 dari 6 halaman

Balas Pesan Bos Pakai Ini, Pegawai Dipecat!

Dream - Seorang pekerja wanita di China baru-baru ini menjadi sorotan publik. 

Wanita yang bekerja sebagai pegawai di sebuah bar di Changsha, Provinsi Hunan China itu dipecat atasan karena perkara membalas pesan.

Seperti diberitakan worldofbuzz.com, insiden pemecatan itu bermula saat manajer bar mengirim pesan lewat grup WeChat yang ditandai untuk si pegawai.

Sang manager memintanya mengirimkan beberapa dokumen rapat. Namun, dia rupanya tidak menyukai balasan dari pegawai.

Pasalnya sang pegawai membalas pesan bosnya hanya dengan menggunakan emoji “ OK”.

 Ok

2 dari 6 halaman

Manager Tersinggung

Media online lokal mengatakan, sang manager merasa tersinggung dengan balasan yang diterima.

" Kamu harus menggunakan teks untuk membalas pesan jika kamu sudah menerimanya. Apakah kamu tidak tahu aturannya?" jawab manajer itu. " Apakah ini tanda Kamu sudah menerima?"

Beberapa menit kemudian dia mengatakan kepada pegawai itu untuk menghubungi bagian HRD dan mengajukan pengunduran dirinya.

" Ini adalah kasus nyata, pengunduran diri masih diproses," ucap pegawai itu.

" Saya telah bekerja selama bertahun-tahun dan ini adalah pertemuan pertamaku dengan situasi semacam ini. Saya tidak mudah marah karena itu saya tidak membalas."

Pegawai itu mengatakan kolega-koleganya setuju, perilaku manajer itu sudah keterlaluan.

Setelah insiden itu, sang manajer telah mengirimkan pengumuman resmi kepada grup WeChat yang meminta semua orang menggunakan " Roger" ketika membalas pesan.

3 dari 6 halaman

Alasan Pemecatan Sewenang-wenang

Wang Li-ping, seorang profesor Sekolah Bisnis Renmin yang berspesialisasi dalam manajemen dan sumber daya manusia, mengatakan pemecatan karyawan tersebut dilakukan sewenang-wenang.

" Tapi inilah yang mungkin terjadi di perusahaan kecil dan menengah, karena mereka mungkin tidak memiliki peraturan atau sistem yang komprehensif terkait dengan situasi seperti ini," kata Wang.

Ini bukan pertama kalinya karyawan China dituduh oleh manajernya memiliki disiplin yang buruk dalam berkirim pesan teks.

Awal bulan ini, seorang karyawan dimarahi karena dinilai kurang memiliki sopan santun dasar WeChat, karena membalas " Um" yang dalam bahasa Cina, yang berarti " dicatat" .

(ism, Sumber: worldofbuzz.com)

4 dari 6 halaman

Minta Naik Gaji Sama Bos, Karyawan Ini Nge-Chat Pakai Capslock

Dream - Walaupun kenaikan gaji di sebuah perusahaan adalah hal yang lumrah terjadi, namun tidak semua karyawan berani memintanya secara terang-terangan kepada bosnya. Apalagi jika si bos sulit berkomunikasi atau kerap menanggapi secara tidak enak.

Memang soal gaji menjadi hal yang sensitif untuk dibicarakan dengan atasan. Tetapi tidak untuk salah seorang karyawan ini.

Ia secara terang-terangan berani mengungkapkan keluh kesah soal gajinya kepada sang bos.

Seperti yang terlihat dari beberapa capture whatsapp yang diunggah oleh akun Facebook Kementrian Humor Indonesia berikut ini...

5 dari 6 halaman

Begini Penampakannya

  Minta Naik Gaji

  Minta Naik Gaji

  Minta Naik Gaji

  Minta Naik Gaji

(Facebook.com/ Kementrian Humor Indonesia)

6 dari 6 halaman

Bos Killer, Tak Jawab Pesan Pegawai Langsung Dipecat

Dream – Apa yang terbersit di pikiran kamu ketika mengetahui seorang bos meminta tugas kepada bawahan pada malam hari di luar jam kerja. Saat memberikan tugas tambahan itu, si bos mengancam akan memecat yang bersangkutan jika pesan itu tidak dijawab.

Ancaman itu bukan gertak sambal. Kejam? Bisa jadi.

Inilah yang dialami oleh seorang karyawati bernama Wang.

Dilansir dari World of Buzz, Kamis 20 September 2018, dia dipecat oleh bos karena tidak menjawab pesan dari bosnya. Ceritanya bermula saat Wang telah menyelesaikan pekerjaannya dan pulang dari kantor.

Pada pukul 22.30, dia mendapatkan pesan dari bos yang meminta laporan pendapatan tahunan. Bosnya mengancam akan memecat Wang jika tidak segera menjawab pesannya dalam waktu 10 menit.

Sayangnya pesan itu tak terdengar olehnya. Wang langsung tertidur dan tidak sempat membaca pesan sang atasan.

Sayang seribu sayang, si bos ternyata marah besar. Ancaman itu benar-benar dilakukannya. Wang dipecat. Kabar pemecatan disebar di grup kantor.

Bos beralasan Wang tidak menjawab pesan dalam waktu yang telah ditetapkan.

Seperti yang kamu bayangkan, dia terkejut ketika membaca pesan itu keesokan harinya.

Berpikir bosnya hanya bercanda, Wang pergi ke kantor seperti biasa. Di kantornya, dia terkejut dua kali. Perusahaan telah mendepaknya dari kantor. Bahkan, gaji bulan lalu pun tak dibayar.

Beri Komentar
Perjuangan Ria Irawan, Pantang Menyerah Lawan Kanker