Virus Corona `Mengganas`, UUS CIMB Niaga Tak Revisi Target Nasabah Haji

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 28 Februari 2020 19:36
Virus Corona `Mengganas`, UUS CIMB Niaga Tak Revisi Target Nasabah Haji
Mengapa?

Dream - Virus corona menjadi momok bagi dunia usaha. Meski demikian, Unit Usaha Syariah PT CIMB Niaga Syariah tidak merevisi target nasabah tabungan haji gara-gara virus ini.

“ Revisi? Belum sampai ke situ,” kata Direktur Syariah UUS CIMB Niaga, Pandji P. Djajanegara, di Jakarta, Jumat 28 Februari 2020.  

Menurut Pandji, tahun lalu jumlah nasabah naik 44 ribu menjadi 144 ribu nasabah. Ditargetkan tahun ini akan tambah 55 ribu.

“ Tahun ini akan bertambah 55 ribu menjadi 200 ribu,” kata dia.

Dikatakan bahwa efek penutupan sementara kunjungan umroh karena virus corona tak berdampak langsung kepada nasabah haji. Dikatakan bahwa keberangkatan nasabah tidak tahun itu juga.

“ Nasabah yang mendaftar tahun ini kan berangkatnya paling 20 tahun lagi. Paling-paling yang berdampak hanya keberangkatannya saja untuk tahun ini,” kata dia.

Sekadar informasi, saat ini total share nasabah tabungan haji saat ini menempati porsi 6 persen dari total nasabah CIMB Niaga Syariah. Saat ini, nasabah UUS itu secara keseluruhan berjumlah 3 juta.

1 dari 5 halaman

Laba CIMB Niaga Syariah Meroket 63,7 Persen

Dream - CIMB Niaga Syariah membukukan laba sebesar Rp1,1 triliun pada 2019. Angkanya naik tinggi sebanyak 63,7 persen dibandingkan Desember 2018 mencapai Rp701,61 miliar.

Direktur Syariah CIMB Niaga, Pandji P. Djajanegara, mengatakan, aset Unit Usaha Syariah CIMB Niaga ini melesat 23,6 persen YoY dari Rp34,38 triliun pada Desember 2018 menjadi Rp42,5 triliun di Desember 2019. Kenaikan aset ditopang oleh pertumbuhan pembiayaan dan dana pihak ketiga (DPK).

" Upaya kami untuk memperkuat bisnis syariah membuahkan hasil positif," kata Pandji dalam " Diskusi Bersama CIMB Niaga Syariah" di Jakarta, Jumat 28 Februari 2020.

Sektor pembiayaan juga mengalami kenaikan 24,9 persen dari Rp26,5 triliun pada Desember 2018 menjadi Rp33,1 triliun pada Desember 2019. Kenaikan ini ditopang sektor business banking dengan porsi terbesar mencapai Rp19,4 triliun.

Segmen terdiri atas corporate banking, financial institution, commercial banking, dan UKM. Pembiayaan dari sektor konsumer mencapai Rp13,7 triliun.

 

 © Dream

" Penyaluran KPR iB kami mencapai Rp12,4 triliun, tumbuh 42,8 persen YoY," kata dia.

Angka NPF gross dijaga di level 0,98 persen. " Yang nett turun dari 0,4 persen menjadi 0,3 persen," kata dia.

CIMB Niaga Syariah juga membukukan DPK senilai Rp32,6 triliun. Angkanya naik 37,5 persen dari Desember 2018 yang sebesar Rp23,7 triliun.

" Kami memaksimalkan layanan digital untuk meningkatkan customer experience dan menambah jumlah nasabah," kata Pandji.

2 dari 5 halaman

Muhammadiyah Gandeng CIMB Niaga Syariah

Dream - Unit Usaha Syariah PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga Syariah) menjadi salah satu bank syariah yang digandeng oleh PP Muhammadiyah dalam pemanfaatan produk dan jasa perbankan syariah.

“ Kami siap mendukung Muhammadiyah untuk terus memberikan manfaat kepada umat melalui amal usahanya, baik dalam bidang finansial, edukasi, kesehatan, maupun sosial,” kata Direktur Syariah Banking, Pandji P. Djajanegara, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulisnya, Rabu 18 Desember 2019.

Pandji mengatakan, kerja sama ini sejalan dengan strategi CIMB Niaga Syariah untuk memaksimalkan potensi bisnis industri halal melalui segmen komunitas, termasuk dari organisasi Muslim. Dia menilai Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi Muslim terbesar di Indonesia yang memiliki amal usaha dalam berbagai bidang merupakan mitra yang tepat untuk mengembangkan industri halal di Indonesia.

“ Untuk Muhammadiyah, sinergi ini akan mempermudah pengelolaan layanan finansial untuk pengurus, amal usaha Muhammadiyah, serta anggotanya melalui jaringan kantor cabang dan perbankan digital CIMB Niaga Syariah,” kata dia.

Unit syariah ini menawarkan produk dan layanan yang lengkap meliputi cash management untuk pengurus Muhammadiyah di semua tingkat, program CIMB @School/Campus untuk Amal Usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan, dan program CIMB@Hospital untuk Rumah Sakit Muhammadiyah.  

“ Kami juga dapat berkontribusi secara sosial dengan menyalurkan Dana Kebajikan dari nasabah CIMB Niaga Syariah melalui Amal Usaha Muhammadiyah di bidang filantropi untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata dia.

Sementara bagi anggota Muhammadiyah, CIMB Niaga Syariah menyediakan berbagai jenis produk tabungan dan pembiayaan. Produk tersebut diantaranya tabungan haji dan umrah (iB Pahala), Kartu Pembiayaan Syariah Gold dan Platinum, Pembiayaan Kepemilikan Rumah (KPR iB), Pembiayaan Kepemilikan Mobil (KPM iB), dan personal financing Syariah (Xtra Dana iB) untuk memenuhi berbagai kebutuhan.

“ Semoga kerja sama ini dapat meningkatkan peran CIMB Niaga Syariah dan PP Muhammadiyah dalam melayani masyarakat dan membawa keberkahan untuk mewujudkan peradaban yang berkemajuan,” kata dia.

3 dari 5 halaman

CIMB Niaga Syariah Yakin Spin Off Asal Kondisi Ini Terpenuhi

Dream - Pemerintah memberikan tenggat waktu bagi Unit Usaha Syariah untuk lepas dari induknya mulai tahun 2023. Langkah besar berupa spin off itu juga terus dipersiapkan Unit usaha syariah PT Bank CIMB Niaga (CIMB Niaga Syariah).

Direktur Syariah Banking CIMB Niaga, Pandji P. Djajanegara, menegaskan langkah spin off akan dilakukan jika perusahaan sudah benar-benar siap dan mapan. Salah satu syarat kemapanan tersebut adalah aset yang minimal mencapai Rp80 triliunan.

Untuk diketahui per September 2019, aset UUS CIMB Niaga baru mencapai Rp36,98 triliun.

“ CIMB Niaga Syariah ingin spin off kalau sudah BUKU III, minimal asetnya Rp80 triliun-Rp90 triliun,” kata Pandji dalam acara “ Media Training and Gathering tentang Perbankan Syariah" di Sentul, Bogor, baru-baru ini.

 

 © Dream

 

Dia mengatakan perusahaan akan melepaskan diri dari induk setelah punya layanan yang sama dengan induknya. Pandji tak mau pengalaman nasabah akan berkurang setelah UUS berubah menjadi BUS.

Selain itu, dia optimistis target spin off  2023 bisa dilakukan tanpa suntikan modal dari induk. Dikatakan bahwa pihaknya mendapatkan tambahan modal induk sebesar Rp1,25 triliun pada 2018.

Untuk tahun depan, CIMB Niaga Syariah optimistis takkan meminta tambahan modal. Ini terlihat dari capaian laba yang melampaui perkiraan.

CIMB Niaga Syariah melaporkan laba perusahaan per September 2019 mencapai Rp848,85 miliar. Pandji membidik UUS CIMB Niaga bisa mengantongi laba sebesar Rp1,2 triliun pada akhir tahun 2019.

4 dari 5 halaman

CIMB Niaga Syariah Berharap Aturan Spin Off UUS Ditunda

Dream - Kalangan perbankan syariah mengusulkan penundaan kebijakan pemisahan bisnis unit usaha syariah (UUS) dari induknya mulai tahun 2023. Untuk saat ini, fokus pengembangan bank syariah seharusnya diarahkan pada pengembang size dari industri keuangan berbasis syariah. 

Untuk diketahui ketentuan spinoff UUS ini tercantum dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah. Salah satu ketentuan beleid itu menyebutkan tentang kewajiban UUS untuk melepaskan diri dari induk dan berdiri sendiri (spin off). 

Direktur Syariah Banking CIMB Niaga, Pandji P. Djajanegara mengaku ragu target spin off UUS bisa mendorong pangsa pasar perbankan syariah sebesar 20 persen.

" Saya pesimistis bisa jadi 20 persen," kata Pandji dalam Media Training and Gathering tentang Perbankan Syariah di Bogor, Jawa Barat, Jumat 22 November 2019.

 

5 dari 5 halaman

Masalah yang Dihadapi Bank Syariah

Selain soal aset, Pandji juga menilai keberpihakan pemerintah terhadap industri perbankan syariah masih kecil. Salah satunya adalah bisnis pembiayaan yang sulit dimasuki kalangan perbankan syariah.

Meski sudah banyak proyek bernilai belasan triliun rupiah, saat ini perusahaan pada umumnya tidak melirik bank syariah yang hanya memiliki modal sekitar Rp2 triliun-Rp5 triliun.

Persoalan instrumen pembiayaan syariah yang masih terbatas turut membuat industri baru ini masih sulit berkembang. Bank konvensional selama ini bisa mendapatkan pendanaan di pasar uang. Tapi, bank syariah hanya bisa bermain di sukuk dan tak bisa menempatkan di sembarang instrumen.

" Sukuk saja nggak bisa gede. Fee base income susah. Terima uang lebih nggak bisa lempar ke mana-mana. Paling deposito lempar ke BI," kata dia.

Dengan berbagai pekerjaan rumah yang masih dihadapi industri perbankan syariah, Pandji menilai kebijakan spin off sebaiknya ditunda. Dia mengusulkan pemerintah mendorong perbankan syariah untuk memperbesar size baru melepas unit syariahnya.

Menurut Pandji, untuk saat ini peluang untuk menunda kebijakan spin off tersebut muncul di lembaga legislator. Alasannya, DPR rencananya akan kembali menggodok UU Perbankan yang baru. 

" Mudah-mudahan aturan ini bisa ditunda," kata dia.

Beri Komentar
Video Kondisi Terkini WNI dari Wuhan di Natuna