Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Fatwa Keuangan Syariah Di Malaysia Terbilang Longgar.
Dream – Praktisi keuangan syariah, Imam Teguh Saptono meniilai fatwa keuangan syariah yang dijalankan Malaysia lebih longgar dari Indonesia. Fatwa itu awalnya muncul karena Malaysia awalnya membuat ketentuan yang tak berbeda jauh dengan bisnis konvensional.
“Fatwa di Malaysia lebih longgar (daripada di Indonesia),” kata Imam usai acara “Membangun Bisnis secara Syariah” di kompleks Al Azhar, Jakarta, Jumat 7 April 2017.
Imam menjelaskan, salah satu contoh kelonggaran itu terlihat dari adanya fatwa ang mengatur akad bai al inah dalam produk keuangan syariah. Dengan akad itu, nasabah dimungkinkan mendapatkan marjin yang tetap (fixed) dalam tabungan.
Aturan mengenai akad ini justru tak berlaku di Indonesia
“Akad itu tidak bisa. Kita strict. Tidak ada simpanan dalam bank syariah yang marjinnya fixed. Dalam tabungan, akadnya itu mudharabah atau wadiah,” kata dia.
Sekadar informasi, akad mudharabah adalah kerja sama antara dua pihak di mana pemilik dana (shahibul maal) menyediakan modal, sedangkan mudharib menjadi pengelola dana di mana keuntungan dan kerugian dibagi menurut kesepakatan di muka.
Akad wadiah adalah titipan dari suatu pihak ke pihak lain, baik dari individu maupun golongan yang harus dijaga dan dikembalikan setiap saat apabila pemilik menghendakinya.
Sementara itu, akad bal inah adalah akad jual beli ketika penjual menjual aset kepada pembeli dengan janji untuk dibeli kembali (sale and buy back) dengan pihak yang sama.
Imam mengatakan tujuan awal Malaysia membuat peta jalan keuangan syariah adalah menumbuhkan keuangan syariah di Malaysia. Dikatakan bahwa regulator di sana membuat produk keuangan syariah yang tidak jauh berbeda dengan keuangan konvensional.
“Di Malaysia, diakali dengan beberapa instrumen,” kata dia.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS

Sering Mengalami Suduken Saat Olahraga? Ini Penyebab dan Cara Cepat Meredakannya

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'