Sejarah Unik Peci Songkok

Reporter : Galuh
Kamis, 8 Oktober 2015 14:31
Sejarah Unik Peci Songkok
Ternyata peci songkok lebih dari sekadar simbol busana muslim atau agama, melainkan juga sebagai simbol kesatuan bernegara.

Dream - Sahabat Dream, pasti sudah kenal dengan peci songkok, kan? Penutup kepala yang menjadi ciri khas bapak proklamator Indonesia ini konon telah ada sejak abad ke-13 silam.

Para pedagang Arab ‘mengenalkan’ peci songkok melalui perdagangan di Semenanjung Malaya, maka, jangan heran apabila atribut yang satu ini menjadi salah satu ciri khas dari rumpun melayu.

Tapi, sahabat Dream sudah tahu belum mengapa peci songkok ini bisa menjadi salah satu benda ikonik di Tanah Air?

Seperti yang dilansir dari laman wartamadani.com, peci memiliki sejarah yang sangat kental dengan pergerakan nasional bangsa Indonesia. Dalam hal ini, Bung Karno memang menjadi pelopormya.

 Dalam buku otobiografinya yang ditulis Cindy Adams, Bung Karno bercerita bagaimana ia bertekad mengenakan peci sebagai lambang pergerakan. Di masa itu kaum cendekiawan pro-pergerakan nasional enggan memakai blangkon, misalnya, tutup kepala tradisi Jawa.

Jika kita lihat gambar Wahidin dan Cipto memakai blangkon, itu sebelum 1920-an. Ada sejarah politik dalam tutup kepala ini. Di sekolah “ dokter pribumi”, STOVIA, pemerintah kolonial punya aturan: siswa inlander (pribumi) tak boleh memakai baju Eropa.

Maka para siswa memakai blangkon dan sarung batik jika dari ”Jawa”. Bagi yang datang dari Maluku atau Menado, misalnya, lain. Bagi siswa asal Manado atau Maluku, yang biasanya beragama Kristen, boleh memakai pakaian  Eropa: pantalon, jas, dasi, mungkin topi.

Dari sejarah ini, tampak usaha pemerintah kolonial untuk membagi-bagi penduduk dari segi asal-usul “ etnis”dan “ agama”. Maka banyak aktivis pergerakan nasional menolak memakai blangkon. Apalagi mereka umumnya bersemangat “ kemajuan”, modernisasi.

Jadi penolakan terhadap kostum tradisi mengandung penolakan terhadap politik kolonial “ divide et impera” dan penolakan terhadap adat lama.

Ternyata peci songkok lebih dari sekadar simbol busana muslim atau agama, melainkan juga sebagai simbol kesatuan bernegara.

Walaupun telah ada sejak berabad-abad lalu, pesona peci songkok yang khas ini tidak pernah pudar ya sahabat Dream. Bagaimana? Semakin tertarik untuk memiliki peci songkok? Yuk mampir ke blanja.com untuk mendapatkan peci klasik yang kaya akan sejarah ini. (Webtorial)

Beri Komentar