Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

150 Emiten Kurung Indeks Syariah di Zona Merah

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 6 Januari 2015 16:33
150 Emiten Kurung Indeks Syariah di Zona Merah
Bursa saham regional dan Indonesia berantakan menanggapi sentimen negatif yang berhembus di bursa saham. Apa pemicunya?

Dream - Bursa saham Indonesia dibuat tak berkutik dengan hantaman sentimen negatif dari dalam dan luar negeri. Memerahnya bursa regional serta harga minyak dunia di bawah US$ 50 per barel makin mencemaskan pelaku pasar.

Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 6 Januari 2015, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 50,935 poin (0,98%) ke level 5.169,06. Aksi jual jelang sesi penutupan memaksa IHSG turun lebih dalam.

Penurunan IHSG kali ini menyeret saham dari 243 emiten masuk ke zona merah. Tercatat hanya 71 emiten yang menguat dan 85 lainnya stagnan.

Pelaku pasar aktif mentransaksikan tak kurang daru 57,20 miliar saham dengan dana berputar hingga Rp 4,55 triliun.

Sepanjang perdagangan, IHSG sama sekali tak sanggup melompak ke teritori positif. IHSG hanya mampu mencetak level tertinggi di 5.194,80. Sementara posisi terendah di level 5.169,06.

Pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG masih mampu bertengger di level 5.200, tepatnya 5.219,99.

Aksi jual pelaku pasar memaksa seluruh indeks sektoral mengakhiri perdagangan di zona merah. Pelemahan terdalam dialami emiten di sektor industri aneka yang turun 2,37 persen, diikuti pertambangan 1,69 persen, dan industri aneka 1,42 persen.

Pemodal asing sepanjang tahun ini masih belum mau menggelontorkan dananya di pasar modal Indonesia. Terbukti asing membukukan nett sell lebih dari Rp 420 miliar, atau tertinggi di awal 2015.

Koreksi dalam juga melanda dua indeks saham syariah di pasar modal Indonesia.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup sesi perdagangan dengan melemah 1,803 poin (1,07%) ke level 166,28. Aksi jual menghempaskan 150 emiten syariah ke zona merah dan 52 emiten melaju stagnan.

Beruntung masih ada 41 emiten syariah yang bisa bertahan di zona hijau sekaligus menahan pelemahan lebih dalam.

Sama dengan IHSG, indeks acuan berisi lebih dari 300 emiten syariah ini tak mampu beranjak dari teritori negatif. ISSI hanya mampu mencetak level tertinggi di 167,14 dan terendah di level 166,28.

Sebanyak 27,92 miliar saham syariah ditransaksikan pelaku pasar dengan nilai Rp 3,01 triliun.

Pelemahan cukup dalam juga melanda saham-saham bluechips syariah. Turunnya harga saham dari 23 emiten keping biru halal membuat Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan dengan melemah 8,020 poin (1,16%) ke level 681,06.

JII masih menyisakan dua emiten bluechips syariah di zona hijau dan 5 lainnya diam ditempat.

Dua emiten bleuchips syariah yang berhasil bertahan di zona hijau adalah UNTR yang menguat Rp 75 ke level 16.950 per saham dan MNCN yang naik Rp 65 per saham.

Dari kawasan regional, koreksi IHSG masih lebih baik dibandingkan bursa saham utama Asia. Indeks Nikkei Jepang tercatat ambruk 3,02 persen sementara KOSPI Korea turun 1,74 persen dan Hang Seng 0,99 persen.

Indeks Shanghai Composite masih mampu bertahan di zona hijau dengan menguat 0,03 persen.

Awan kelabu juga melanda pasar keuangan dunia. Menguat Dolar AS membuat kurs rupiah sore ini melemah 80 poin (0,64%) menjadi 12.665 per dolar AS.

Beri Komentar