5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Ilustrasi
Dream - Bursa saham Indonesia dibuat tak berkutik dengan hantaman sentimen negatif dari dalam dan luar negeri. Memerahnya bursa regional serta harga minyak dunia di bawah US$ 50 per barel makin mencemaskan pelaku pasar.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 6 Januari 2015, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 50,935 poin (0,98%) ke level 5.169,06. Aksi jual jelang sesi penutupan memaksa IHSG turun lebih dalam.
Penurunan IHSG kali ini menyeret saham dari 243 emiten masuk ke zona merah. Tercatat hanya 71 emiten yang menguat dan 85 lainnya stagnan.
Pelaku pasar aktif mentransaksikan tak kurang daru 57,20 miliar saham dengan dana berputar hingga Rp 4,55 triliun.
Sepanjang perdagangan, IHSG sama sekali tak sanggup melompak ke teritori positif. IHSG hanya mampu mencetak level tertinggi di 5.194,80. Sementara posisi terendah di level 5.169,06.
Pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG masih mampu bertengger di level 5.200, tepatnya 5.219,99.
Aksi jual pelaku pasar memaksa seluruh indeks sektoral mengakhiri perdagangan di zona merah. Pelemahan terdalam dialami emiten di sektor industri aneka yang turun 2,37 persen, diikuti pertambangan 1,69 persen, dan industri aneka 1,42 persen.
Pemodal asing sepanjang tahun ini masih belum mau menggelontorkan dananya di pasar modal Indonesia. Terbukti asing membukukan nett sell lebih dari Rp 420 miliar, atau tertinggi di awal 2015.
Koreksi dalam juga melanda dua indeks saham syariah di pasar modal Indonesia.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup sesi perdagangan dengan melemah 1,803 poin (1,07%) ke level 166,28. Aksi jual menghempaskan 150 emiten syariah ke zona merah dan 52 emiten melaju stagnan.
Beruntung masih ada 41 emiten syariah yang bisa bertahan di zona hijau sekaligus menahan pelemahan lebih dalam.
Sama dengan IHSG, indeks acuan berisi lebih dari 300 emiten syariah ini tak mampu beranjak dari teritori negatif. ISSI hanya mampu mencetak level tertinggi di 167,14 dan terendah di level 166,28.
Sebanyak 27,92 miliar saham syariah ditransaksikan pelaku pasar dengan nilai Rp 3,01 triliun.
Pelemahan cukup dalam juga melanda saham-saham bluechips syariah. Turunnya harga saham dari 23 emiten keping biru halal membuat Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan dengan melemah 8,020 poin (1,16%) ke level 681,06.
JII masih menyisakan dua emiten bluechips syariah di zona hijau dan 5 lainnya diam ditempat.
Dua emiten bleuchips syariah yang berhasil bertahan di zona hijau adalah UNTR yang menguat Rp 75 ke level 16.950 per saham dan MNCN yang naik Rp 65 per saham.
Dari kawasan regional, koreksi IHSG masih lebih baik dibandingkan bursa saham utama Asia. Indeks Nikkei Jepang tercatat ambruk 3,02 persen sementara KOSPI Korea turun 1,74 persen dan Hang Seng 0,99 persen.
Indeks Shanghai Composite masih mampu bertahan di zona hijau dengan menguat 0,03 persen.
Awan kelabu juga melanda pasar keuangan dunia. Menguat Dolar AS membuat kurs rupiah sore ini melemah 80 poin (0,64%) menjadi 12.665 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
