Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jika Tak Hati-hati, Miliarder Saja Bisa Bangkrut, Lho, Sahabat Dream. (Foto: Shutterstocks)
Dream – Sahabat Dream, tak ada orang yang ingin bangkrut di dunia ini. Namun, tak bisa dipungkiri setiap orang berpotensi bangkrut. Termasuk miliarder sekalipun.
Miliarder yang kaya-raya berpotensi bangrkut. Ada saja penyebab yang membuat seorang miliarder jatuh miskin.
Dilansir dari CekAja, Selasa 1 Agustus 2017, ada tiga alasan yang mendorong miliarder jatuh miskin.
Pertama adalah gaya hidup. Lifestyle menjadi penyebab utama seorang miliarder bisa bangkrut. Banyak miliarder yang terlena dengan kekayaan dan hidup berfoya-foya. Gaya hidup yang tinggi ini bisa membuat orang tajir terjerat utang-utang dan membangkrutkan mereka dalam waktu singkat.

Kedua adalah investasi bodong. Siapa sangka investasi abal-abal bisa membuat seorang kaya-raya jatuh miskin. Seorang pemain bisbol, Scott Eyre, harus kehilangan duit US$4 juta (Rp53,33 miliar) karena terjerat investasi bodong. Eyre tertipu skema investasi bodong dari Allen Stanford. Untungnya, dia yang sempat dilanda kesulitan keuangan bisa bangkit kembali.
Ketiga adalah ditipu orang dekat. Sahabat Dream tentang tak asing dengan Willie Nelson. Penyanyi asal Amerika Serikat ini dinyatakan bangkrut setelah berutang sebesar US$17 juta (Rp226,71 miliar) kepada dinas setempat. Ternyata, Nelson ditipu orang terdekatnya.

Selama meniti karier dan meraih kesuksesan, pria ini mempercayakan uangnya kepada orang yang salah. Alhasil, properti dan rekening banknya harus disita untuk membayar utang. Tak hanya itu, dia juga dipaksa untuk membuat dua album baru. Seluruh keuntungan album yang didapatkan, harus langsung disetor oleh dinas pajak setempat demi melunasi utangnya. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya