Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Seorang Pria Menunjuk Indeks Yang Menghijau Di Papan Perdagangan.
Dream - Mengawali pekan terakhir Juli 2017, indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali ditutup menguat. Sentimen kembali mengalirnya dana asing di pasar modal Indonesia membuat investor lokal kembali berani melantai di bursa saham.
Sayang, aksi beli asing tersebut tak mengalir di sejumlah saham-saham syariah yang justru mencatatkan jual bersih (nett sell).
Saat penutupan perdagangan harian BEI, Senin 31 Agustus 2017. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), menguat 0,437 poin (0,24%) ke level 184,543. Awalnya, indeks ISSI sempat melemah di level 183,885 dan menyentuh di titik rendah di level 183,603.
Kondisi yang sama terjadi pada saham bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Indeks ini menguat 1,805 poin (0,24%) ke level 748,371.
Sempat terseret ke zona merah, kedua indeks syariah ini justru bergerak aktif di zona positif di sesi siang.
Transaksi perdagangan saham syariah juga menunjukan adanya geliat dari pelaku saham. Dari 46,96 juta saham syariah yang diperdagangan, bursa saham syariah Indonesia tercatat aktif melakukan transaksi senilai Rp 4,46 triliun.
Indeks properti, perdagangan, dan keuangan menjadi motor perdagangan bursa saham Indonesia hari ini. Masing-masing indeks ini terangkat 1,38 persen, 1,21 persen, dan keuangan 1,08 persen.
Sedangkan, indeks barang konsumsi dan pertambangan yang pekan lalu sempat jadi incaran malah mengalami koreksi tajam. Indeks konsumsi turun 1,25 persen dan pertambangan 1,21 persen.
Emiten-emiten JII pencetak top gainer kali ini adalah UNTR yang harga sahamnya naik Rp750, UNVR Rp575, LPPF Rp475, AALI Rp150, dan AKRA Rp125.
Sebaliknya, emiten-emiten keping biru syariah top loser adalah INDF yang sahamnya turun Rp225, ICBP Rp125, SMGR Rp100, TPIA Rp100, dan SSMS Rp85.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah perkasa terhadap dolar AS. Kurs rupiah naik 14 poin (0,11%) ke level Rp13.309 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya