6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Karyawan Harus Melalui Satu Tahap Sebelum Benar-benar Resign Dari Pekerjan.
Dream – Sahabat Dream, pengunduran diri Anda tinggal selangkah lagi. Ada satu tahap yang harus dilalui sebelum “ dinyatakan” bebas dari suatu perusahaan alias resign.
Tahap itu bernama wawancara pengunduran diri. Memang tak semua perusahaan memiliki aturan ini.
Dilansir dari The Muse, Jumat 17 November 2017, ada beberapa yang kerap ditanyakan oleh pewawancara ketika mengundurkan diri dari kantor. Yang pertama, alasan keluar dari posisi sekarang. Perusahaan ingin tahu alasan Anda mengundurkan diri, apakah hubungannya dengan atasannya buruk, beban kerja yang terlalu banyak, atau sudah mengantongi pekerjaan baru.
Yang kedua, hubungan Anda dengan manajer.
HRD ingin tahu pekerjaan Anda dengan bos seperti apa. Apakah atasan bersikap baik kepada Anda, kejam, atau justru menekan Anda? Lalu, ditanya juga tentang perasaan terhadap manajemen yang dilakukan atasan. Siap-siap juga untuk menghadapi pertanyaan “ pancingan”, pertanyaan yang akan membuat Anda untuk mengeluarkan uneg-uneg negatif terhadap bos.
Pertanyaan ketiga adalah faktor terbesar yang mendorong Anda menerima pekerjaan baru.
Perusahaan tentu ingin kepo terhadap Anda, apakah sudah mengantongi pekerjaan baru. Mereka juga menanyakan faktor-faktor yang membuat Sahabat Dream tertarik mengambil pekerjaan itu, apakah karena gaji yang lebih tinggi, benefit yang lebih besar, atau budaya kerja yang lebih baik. Jawaban-jawaban ini bisa menjadi masukan dan membantu mereka untuk “ menahan” karyawan supaya tidak jatuh ke tangan “ musuh”.
Pertanyan yang terakhir yang sering muncul adalah kemampuan dan kualifikasi pengganti Anda.
Ya, perusahaan juga sering menanyakan hal ini. Ketika ditanya, siapa yang lebih baik yang bisa menggantikan Anda? Jawablah: tak ada satu pun.
Anda adalah orang yang berhasil menggarap pekerjaan hari ini dengan sempurna dan di hari akhir. Namun, jika perusahaan tetap menanyakan hal ini, jawablah dengan tegas: orang yang memiliki kemampuan multitasking yang bagus dan bisa berorganisasi dengan baik.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
