Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
IHSG
Dream - Aksi borong saham pemodal asing jelang penutupan perdagangan memantapkan posisi bursa saham Indonesia di zona hijau. Sejak memulai perdagangan, indeks melaju mantap di level positif.
Laju positif pasar modal Indonesia ini terjadi di tengah gerak variatif bursa saham regional. Indeks KOSPI Korea Selatan, SSEC Shanghai, dan Hang Seng Hong Kong masing-masing bergerak di zona hijau. Sementara Nikkei Jepang dan STI Singapura mencetak koreksi.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 10 Juni 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melompat signifikan 61 poin (1,25%) ke level 4.946,09. Transaksi perdagangan saham kali ini mencetak nilai Rp 4,39 triliun.
Pemodal asing yang sempat melakukan aksi jual, justru berbalik memburu saham emiten BEI. Meski lebih lebih dari nett sell kemarin, pemodal asing hari ini mencetak nett buy hingga Rp 278,97 miliar.
Reboundnya IHSG ikut berpengaruh pada gerak Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang menguat 1,85 poin (1,15%) ke level 162,71, atau level tertinggi sepanjang perdagangan.
Menguat ISSI terbantu oleh naiknya harga saham dari 135 emiten meski 56 lainnya harus mengalami koreksi.
Transaksi jual-beli saham syariah kali ini melibatkan 22,12 miliar saham dengan uang berputar hingga Rp 2,43 triliun.
Kenaikan signifikan dicetak indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang menguat 10,18 poin (1,55%) ke level 669,18. Sama dengan ISSI, level tertinggi JII juga terjadi pada akhir sesi perdagangan.
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo menduga penguatan indeks kali ini kemungkinan ada kaitannya dengan debat Capres semalam.
" Asing yang kemarin jualam hampir setengah triliun, hari ini nett buy meski kecil, di bawah Rp 200 miliar," ujarnya.
Meski menduga adanya dampak hasil Debat Capres, Satrio juga menghimbau pelaku pasar agar tetap memperhitungkan risiko yang mungkin muncul.
" Jokowi Effect itu tidak pernah belrlangsung dua hari. Apakah ini adalah sentimen Pilpres yang berarti awal dari rally sampai 9 Juli, terus terang saya tidak terlalu yakin," ujarnya.
Dalam perdagangan kali ini, saham-saham bluechips syariah bersorak di zona hijau. Daftar pencetak kenaikan harga tertinggi (top gainer) dihuni oleh INTP yang menguat Rp 550, AALI Rp 400, SMGR Rp 250, EXCL Rp 225, dan UNTR Rp 225 per saham.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya