Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Aksi Beli Asing Mantapkan Indeks Syariah di Zona Positif

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 10 Juni 2014 16:45
Aksi Beli Asing Mantapkan Indeks Syariah di Zona Positif
Pemodal asing kembali melakukan aksi beli saham meski dilakukan di menit-menit jelang penutupan perdagangan. Aksi beli ini diduga dilakukan seiring hasil Debat Capres yang berlangsung semalam.

Dream - Aksi borong saham pemodal asing jelang penutupan perdagangan memantapkan posisi bursa saham Indonesia di zona hijau. Sejak memulai perdagangan, indeks melaju mantap di level positif.

Laju positif pasar modal Indonesia ini terjadi di tengah gerak variatif bursa saham regional. Indeks KOSPI Korea Selatan, SSEC Shanghai, dan Hang Seng Hong Kong masing-masing bergerak di zona hijau. Sementara Nikkei Jepang dan STI Singapura mencetak koreksi.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 10 Juni 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melompat signifikan 61 poin (1,25%) ke level 4.946,09. Transaksi perdagangan saham kali ini mencetak nilai Rp 4,39 triliun.

Pemodal asing yang sempat melakukan aksi jual, justru berbalik memburu saham emiten BEI. Meski lebih lebih dari nett sell kemarin, pemodal asing hari ini mencetak nett buy hingga Rp 278,97 miliar.

Reboundnya IHSG ikut berpengaruh pada gerak Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang menguat 1,85 poin (1,15%) ke level 162,71, atau level tertinggi sepanjang perdagangan.

Menguat ISSI terbantu oleh naiknya harga saham dari 135 emiten meski 56 lainnya harus mengalami koreksi.

Transaksi jual-beli saham syariah kali ini melibatkan 22,12 miliar saham dengan uang berputar hingga Rp 2,43 triliun.

Kenaikan signifikan dicetak indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang menguat 10,18 poin (1,55%) ke level 669,18. Sama dengan ISSI, level tertinggi JII juga terjadi pada akhir sesi perdagangan.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo menduga penguatan indeks kali ini kemungkinan ada kaitannya dengan debat Capres semalam.

" Asing yang kemarin jualam hampir setengah triliun, hari ini nett buy meski kecil, di bawah Rp 200 miliar," ujarnya.

Meski menduga adanya dampak hasil Debat Capres, Satrio juga menghimbau pelaku pasar agar tetap memperhitungkan risiko yang mungkin muncul.

" Jokowi Effect itu tidak pernah belrlangsung dua hari. Apakah ini adalah sentimen Pilpres yang berarti awal dari rally sampai 9 Juli, terus terang saya tidak terlalu yakin," ujarnya.

Dalam perdagangan kali ini, saham-saham bluechips syariah bersorak di zona hijau. Daftar pencetak kenaikan harga tertinggi (top gainer) dihuni oleh INTP yang menguat Rp 550, AALI Rp 400, SMGR Rp 250, EXCL Rp 225, dan UNTR Rp 225 per saham.

Beri Komentar