Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Saham Di Dubai
Dream - Kembalinya aksi beli pemodal usai koreksi dalam indeks bursa saham, membuat pasar modal Indonesia kembali bergairah. Pemodal asing pun mulai kembali berburu saham usai sedikit menarik untung.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis, 22 Mei 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melompat 59,59 poin (1,21%) ke level 4.969,88. Harapan kembali pecahnya level 5.000 seolah muncul kembali.
Aksi beli pemodal juga ikut membawa indeks saham syariah menguat cukup signifikan. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 1,73 poin (1,08%) ke level 163,09.
Kenaikan lebih tinggi terjadi pada bursa saham bluechips syariah yang menguat 7,7 poin (1,16%) ke level 672,50.
Transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai 133.928 kali dengan 39,64 miliar saham yang beralih tangan. Nilai transaksi yang tercipta mencapai Rp 3,76 triliun.
Menguatnya harga saham dari 141 emiten membawa ISSI betah di zona hijau. Meski masih ada 57 emiten yang mencetak koreksi harga dan 54 lainnya bergerak stagnan.
Pemodal asing yang kemarin melakukan aksi jual, kini kembali berbelanja di pasar modal Indonesia. Asing mencetak total nett buy hingga mencapai Rp 374,98 miliar.
Gerak indeks yang nyaris tak dipengaruhi sentimen negatif membuat investor nyaman melakukan aksi beli saham. Akibatnya, tren penguatan terus berlangsung hingga penutupan perdagangan sesi pertama.
Memasuki sesi kedua, pasar mulai sedikit menahan diri melakukan pembelian saham. Pemodal memantau sentimen-sentimen yang bisa muncul dari kawasan regional.
Emiten bluechips sektor batubara kali ini kembali menguasai daftar pencetak kenaikan harga tertinggi (top gainer). Emiten ITMG dan PTBA menjadi pemuncak top gainer dengan kenaikan masing-masing mencetak Rp 1.000 dan Rp 425 per saham.
Top gainer lainnya adalah INTP yang menguat Rp 225, UNTR Rp 200, dan PGAS Rp 125 per saham.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya