Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Media Sosial.
Dream – Sahabat Dream, selain tagihan kartu kredit dan kontrak rumah, ternyata berselancar di jejaring sosial juga bisa membuat kantong makin tipis. Foto barang-barang cantik berharga miring yang bertebaran di jejaring sosial seperti Instagram dan Facebook, tak jarang “ menggoda iman” untuk boros.
Terus, bagaimana caranya agar tidak mudah tergoda dari godaan medsos?
Dilansir dari CNBC. Senin 19 Maret 2018, penulis keuangan dan mantan host CNBC, Suze Orman, mengatakan caranya cukup mudah. Kamu cukup menanyakan kepada diri sendiri apakah harus mengeluarkan uang untuk membeli barang/jasa yang “ ditawarkan” jejaring sosial?
“ Apakah itu kebutuhan atau keinginan?” kata Orman.
Jika keinginan, dia menyarankan untuk menahan diri supaya tidak kalap belanja spontan. Ini akan mencegah kamu tidak menyesal di kemudian hari.
Selain itu, kamu juga harus membuat anggaran belanja dan usahakan mematuhinya. Jika pengeluaran itu berada di luar anggaran, itu berarti ada anggaran lain yang harus dipangkas. Hal ini diungkapkan oleh penulis buku Rich Kids: How to Raise Our Children to Be Happy and Successful in Life.
Kamu juga bisa menerapkan pola pikir CEO Virgin Group, Richard Brandson, yaitu fokus untuk hal-hal yang menunjang karier. Di media sosial, pemikiran ini bisa diterapkan. Kamu sebaiknya tak membeli sesuatu untuk memberikan kesan menyesuaikan diri dengan tren.
Vice President Consumer Insight Allianz, Paul Kelash, mengungkapkan, studi yang dilakukan oleh Allianz Life Insurance Company, menunjukkan generasi milenial, pada dasarnya, mampu memposisikan diri untuk keuangan yang lebih baik.
Kelash mengatakan ada 80 persen generasi milenial yang percaya diri secara finansial, 58 persen menyisihkan uang untuk tabungan pensiun, dan 41 persen untuk menabung. Meskipun ada godaaan media sosial, generasi ini bisa menemukan cara inovatif untuk membangun kekuatan finansial.
“ Mereka menjadi lebih percaya diri karena tindakan ini,” kata dia.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya