Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Puyeng, Ya, Kalau Punya Bos Yang Suka Marah-marah?
Dream – Lembur, pekerjaan menumpuk dan dikejar deadline merupakan beberapa masalah yang membuat para pekerja mengalami stres.
Lalu, apa jadinya jika sudah pusing dengan pekerjaan, ditambah sikap bos yang kasar dan semena-mena? Tentu hal itu semakin membuat kepala terasa ingin pecah.
Tak sedikit dari kita yang ingin segera pergi dari pekerjaan itu untuk menghindari memiliki bos yang tidak ramah itu.
Namun, ada juga yang terjebak dengan situasi serba salah yang mengharuskannya untuk pasrah bekerja dengan bos yang kurang nyaman.
Hal itu karena takut karier mereka tidak bagus di tempat kerja yang baru, takut keluarganya tidak mendukung, dan masih banyak kekhawatiran yang sebetulnya hanya membuat kita semakin terpenjara dengan kondisi tak nyaman itu.
Dikutip dari The Muse, Rabu 2 Mei 2018, Founder dan CEO My Wellbing, Alyssa Petersel, memberikan empat tips untuk Sahabat Dream agar bisa bertahan di perusahaannya.
Pertama, mencari tahu pola manajemen stres. Petersel mengatakan setiap orang memiliki cara sendiri dalam mengatasi stresnya, bisa dengan cara berolahraga, menonton tayangan lucu atau bisa menghabiskan bersama teman dan keluarga.
Kedua, memberi waktu khusus antara pimpinan dengan atasan. Sebaiknya menciptakan batasan seminimal mungkin dengan bos. Misalnya ketika sedang istirahat atau waktu luang, kamu bisa berbincang-bincang dengan atasan. Tujuannya untuk mencairkan suasana.
Ketiga, merelaksasi tubuh. Kalau masih canggung untuk bicara santai dengan bos, kamu bisa melakukan meditasi di meja kerja atau rumah. Caranya dengan menarik napas selama 10 detik, menahan 5 detik, dan menghembuskan selama 10 detik.
“ Ketika keadaan menjadi luar biasa dan membutuhkan sedikit ruang, tetapi tidak perlu memiliki ruang fisik atau waktu untuk benar-benar dihapus dari situasi, perhatian membantu kamu untuk menciptakan ruang secara internal,” kata dia.
Keempat, mencari dukungan. Kalau tak bisa menyelesaikannya sendiri, kamu bisa mencari dukungan orang lain. Misalnya, mencari terapis untuk menceritakan masalah secara jujur dan terbuka. Kalau sulit mendapatkan terapis, kamu bisa bercerita kepada keluarga dan teman-teman. (ism)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya