Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Menteri BUMN, Rini Soemarno. (Foto: Merdeka.com)
Dream – Sahabat Dream, ada yang menarik dari karier Menteri BUMN, Rini Soemarno. Wanita kelahiran Maryland, Amerika Serikat, ini tak pernah bercita-cita sebagai seorang menteri.
Usai menamatkan kuliah, Rini muda hanya ingin menjadi seorang insinyur.
“Saya tidak pernah bercita-cita menjadi menteri. Saat kecil saya justru punya cita-cita ingin jadi insinyur. Aneh kan? Perempuan kok malah ingin bangun-bangun gedung, pabrik, dan sebagainya,” kata dia di De Tjolomadoe, Karanganyar, Jawa Tengah, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 30 April 2018.
Rini mengatakan keinginan tu tebersit karena orang tuanya membebaskannya belajar ilmu apa pun.
Karier Rini di dunia profesional dimulai dengan menjalani training di perusahaan keuangan internasional, Citibank. Rini yang kala itu berusia 24 tahun memilih belajar ilmu ekonomi karena ingin meneruskan jejak langkah sang ayah.
Usahanya tidak sia-sia. Rini pernah menjabat sebagai direktur keuangan Astra Internasional pada usia 31 tahun. Posisi tertinggi diperoleh Rini di perusahaan otomotif terbesar Indonesia dengan menjadi direktur utama pada usia 39 tahun.
Dia juga terpilih sebagai menteri perindustrian dan perdagangan pada tahun 2001-2004 dan menteri BUMN tahun 2014-sekarang. Ketika ditunjuk menteri, Rini berusia 42 tahun. Sekadar informasi, Rini juga menjadi menteri BUMN terlama selama 20 tahun ini.
Sepanjang kariernya, Rini mengaku telah membuktikan bahwa wanita mampu untuk menjadi lebih hebat daripada laki-laki.
Apa rahasia suksesnya? Rini mengatakan selalu berorientasi kepada hasil yang maksimal dari setiap tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
“Jadi, sebagai perempuan, jangan pernah merasa beda atau lebih rendah dibandingkan dengan laki-laki. Jangan itu dianggap sebagai hal yang menahan kita. Justru itu menjadikan kekuatan kita,” kata dia.
(Sah)
Advertisement

Memahami Apa Itu MSCI dan Dampak Klasifikasi Indonesia Sebagai Standalone Market

Danantara Itu Apa Sih? Kenali Superholding dan Negara yang Sudah Duluan Mencobanya


Shopee 11.11 Big sale Hadir dengan Beragam Keseruan, Ini 5 Cara Menikmatinya

Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, Apa Penyebabnya? Bukan Sekadar Soal Pasokan Energi

Rajin Olahraga Sejak Kecil Bisa Bikin Tubuh Lebih Hemat Energi Saat Dewasa, Studi Ungkap Alasannya

Waspada! 4 Ciri Pesan Penipuan Online yang Sering Bikin Korban Panik dan Kehilangan Uang