Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dua Indeks Syariah Perkasa Hari Ini.
Dream - Indeks syariah menguat seharian pada penutupan perdagangan akhir April 2018. Melantainya pemodal lokal yang kembali berburu emiten halal membuat tekanan jual investor asing gagal menggulingkan dua indeks acuan saham syariah.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 30 April 2018 indeks syariah ditopang oleh sektor industri dasar yang bergerak mengaut hingga di atas 2 persen.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), menutup perdagangan dengan menguat 1,728 poin (0,96%) ke level 180,932. Indeks ini menyentuh level tertinggi di 181,062 setelah dibuka menguat di level 179,608.
Indeks keping biru syariah juga tetap bertahan di jalur jelang Hapitnas, Hari Buruh Internasional ini. Ditopong 20 emiten yang bergerak menguat, indeks Jakarta Islamic Index (JII) menanjak 6,750 poin (0,98%) ke level 693,221.
Momen Harpitnas tak membuat lantai bursa sepi. Sebaliknya, saham-saham syariah justru kelimpahan aksi beli pemodal lokal. Hingga sesi paska-penutupan perdagangan tercatat 60,69 miliar saham syariah berpindah tangan dengan nilai transaksi Rp3,83 triliun. Meski lebih rendah, volume transaksi meningkat signifikan.
Peningkatan terlihat jelas di jajaran bluechips syariah. Tercatat 27,30 miliar bluechips syariah beralih pemilik, lebih banyak dari akhir pekan lalu yang hanya mencapai 14 miliar.
Saham-saham di sektor industri dasar menjadi buruan pelaku pasar sehingga mendorong indeksnya meroket 2,09 persen. Disusul sektor keuangan 1,82 persen dan barang konsumsi 1,47 persen.
Emiten-emiten bluechip syariah penghuni top gainer kali ini dihuni ICBP yang harga sahamnya naik Rp500, INDF Rp200, SMGR Rp200, UNVR Rp200, dan PTBA Rp100.
Sebaliknya, pencetak top loser adalah LPPF yang harga sahamnya turun Rp400, UNTR Rp250, PGAS Rp85, ASII Rp75, dan INCO Rp70.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 32 poin (0,23%) ke level Rp13.855 per dolar AS.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya