Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Perbankan Syariah Sebenarnya Melirik Keuangan Berkelanjutan.
Dream – Responsible Finance and Investment (RFI) belum lama merilis survei tentang pembiayaan untuk pembangunan berkelanjutan. Lembaga non profit di keuangan syariah ini menyebut perbankan syariah melirik pembiayaan ini.
Akan tetapi, sedikit kejelasan tentang implementasi pembiayaan ini menunjukkan adopsi green finance masih terbatas.
Dilansir dari Salaam Gateway, Senin 30 Mei 2018. RFI menyoroti tantangan penting keuangan Islam jika ingin memperluas pasarnya selain kawasan Teluk dan Asia Tenggara.
Pembiayaan berkelanjutan ini bisa membuka peluang bisnis baru dan menarik lebih banyak investor yang berpikiran etis dan sebagian besar negara Barat.
RFI menyebut dalam survei yang dilakukan selama setahun, mengatakan 75 persen responden telah mempertimbangkan untuk menerapkan praktik pembiayaan berkelanjutan.
Ada sepertiga responden yang telah memiliki kebijakan untuk pembangunan berkelanjutan dan sepertempat yang telah mengembangkan tools untuk mengevaluasi dampaknya.
RFI juga mengatakan, ada beberapa kendala untuk mengembangkan keuangan berkelanjutan, seperti kejelasan yang kurang tentang penerapan praktik ini dan ketidakpastian tentang kelayakan finansial.
Selain itu, perubahan iklim, keanekaragaman hayati, dan kelestarian lingkungan hanya punya sedikit perhatian yang diberikan oleh keuangan hijau.
Lembaga nirlaba ini juga mencatat negara berkembang seperti Indonesia dan Malaysia mulai memasukkan prinsip-prinsip “ hijau” ke pasar mereka untuk obligasi dan sukuk. (ism)
Advertisement

3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?