Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Animo masyarakat terhadap acara KAI Travel Fair 2017 sangat tinggi. Bahkan, antrean sudah mengular dari JCC Senayan Jakarta hingga jalan raya.
Melihat kondisi ini, Menteri BUMN, Rini Soemarno, menegur keras Dirut KAI, Edi Sukmoro. Rini menilai tujuh loket penjualan tiket masuk yang dibuka sangat sedikit dan sehingga kurang mampu melayani pengunjung.
"Loketnya yang mungkin terlalu sedikit. Ini salah. Seharusnya loket lebih banyak," kata Rini kepada Edi pada Sabtu, 29 Juli 2017.
Rini menyarankan diberlakukan nomor antrean. Hal ini mengingat para pengunjung sudah mengantre sejak pagi.
"Di luar negeri, dikasih antrean, (jadi) 'oh nggak apa-apa saya jalan-jalan dulu'," kata dia.
Rini pun meminta maaf kepada masyarakat yang sudah lama mengantre. Dia benar-benar tidak menyangka ternyata masyarakat begitu antusias dengan event ini.
"Makanya saya mau mohon maaf ke masyarakat karena lama dan tidak menyangka bahwa animo segitu besar," kata mantan menteri perindustrian dan perdagangan itu.
Rini berjanji mencarikan solusi supaya masalah antrean tiket masuk teratasi. "Saya mencari jalan bagaimana bisa lebih cepat dapatnya," kata dia.
Advertisement

Gen Z, Milenial, Gen X, dan Baby Boomer Punya Standar Berbeda soal Keren, Mengapa Muncul Perbedaan?

Sama-Sama Kurang Tidur, tetapi Ada yang Tetap Segar dan Ada yang Lemas? Studi Ungkap Penyebabnya

Bagaimana Fosil Terbentuk? Proses Jutaan Tahun yang Mengawetkan Jejak Kehidupan Purba

Tidak Punya Saham, Mengapa Tetap Perlu Peduli Saat IHSG Anjlok?

Rajin Olahraga Sejak Kecil Bisa Bikin Tubuh Lebih Hemat Energi Saat Dewasa, Studi Ungkap Alasannya

Waspada! 4 Ciri Pesan Penipuan Online yang Sering Bikin Korban Panik dan Kehilangan Uang
