10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Insititut Le Rosey, Sekolah Termahal Di Dunia. (Foto: Business Insider)
Dream – Apakah Anda membayangkan Oxford, Harvard, Sorbonne, sebagai sekolah termahal? Jika iya, maka dugaan Anda keliru.
Ada satu sekolah yang termahal di dunia. Namanya Institute Le Rosey.
Dilansir Business Insider, sekolah yang terletak di Swiss ini memiliki biaya yang cukup tinggi yaitu 108.900 france Swiss atau 87 ribu poundsterling (Rp1,5 miliar) per tahun. Sekolah ini memiliki dua kampus, satu di Chateu du Rosey untuk kampus musim panas dan dan satu di Gstaad untuk kampus musim dingin, yang dekat dengan tempat bermain ski.
Tercatat Raja Belgia Albert II, Shah Iran, Pangeran Rainier dari Monako, dan Raja Farouk dari Mesir pernah menjadi siswa sekolah tersebut.
“ Kami ini adalah sekolah asrama internasional yang tertua di Swiss. Kami memiliki ‘nama’ yang berkualitas,” kata juru bicara yang sekaligus alumni Le Rosey, Felipe Laurent.
Laurent mengatakan keluarga-keluarga kaya menyekolahkan anaknya di sini. Tujuannya agar anak-anak mereka bisa mewarisi kekayaan dan bisnis keluarga.
Seperti apa, sih, kemewahan sekolah termahal di dunia ini?
© Dream
Laurent mengatakan biaya pendidikan sebesar Rp1,5 miliar per tahun ini tidak termasuk karya wisata. Tetapi, biaya itu termasuk uang saku bagi pelajar. Besaran biaya pendidikannya pun bervariasi, tergantung pada usia peserta didik.
Dia mengatakan pelajar berganti kampus setiap musim panas dan musim dingin supaya bisa lebih fresh. Misalnya, saat musim dingin, mereka pindah ke kampus Gstaad selama 8-9 minggu.
Dengan begitu, mereka bisa belajar sambil berolah raga di musim dingin, seperti ski dan hoki pada Maret. Lalu, pada April-Juni mereka baru pindah ke kampus Le Rosey.

“ Sangat penting untuk beristirahat dan kembali ke kampus yang berbeda dengan pikiran yang segar untuk melanjutkan tahun ajaran baru. Lalu, pada akhir Juni, mereka libur musim panas.
© Dream
Sekadar informasi, Institut Le Rosey ini memiliki 400 siswa berusia 8-18 tahun. Mereka datang dari 67 negara dan bisa mempelajari empat bahasa sekaligus, termasuk bahasa Swahili.
Di sekolah itu, pakaian kasual seperti jaket denim, pakaian olah raga, sepatu hak tinggi, bahkan T-shirt dilarang saat kegiatan belajar-mengajar dan makan malam. Mereka boleh mengenakannya di luar dua agenda itu.

“ Kami mencari murid yang pintar secara akademis, tetapi juga merupakan anak yang menyenangkan. Kami berpikir mereka punya potensi, baik menjadi pemimpin maupun olahragawan,” kata Laurent.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli