Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Indeks ISSI Dan JII Tak Beranjak Dari Zona Merah Selama Perdagangan Hari Selasa, 4 Juli 2017.
Dream - Dua indeks syariah mendekam seharian di zona merah. Minimnya sentimen positif yang diperoleh pelaku pasar membuat investor menahan diri melantai di bursa saham.
Pemodal justru mendapatkan sentimen negatif dari investor asing yang berbalik melakukan aksi jual saham. Emiten di sektor infrastruktur dan barang konsumsi mengalami koreksi paling besar.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia, Selasa, 4 Juli 2017, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) merosot 1,665 poin (0,89%) ke level 185,912. Indeks acuan saham syariah BEI ini tidak beranjak sama sekali dari zona merah.
ISSI dibuka melemah di level 187,025 dan sempat menyentuh posisi terendahnya di 185,593.
Terpuruknya ISSI tak lepas dari kinerja buruk saham-saham unggulan syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) yang berisi bluechips syariah ditutup melemah 9,764 poin (1,28%) ke level 754,871. Indeks JII juga mendekam seharian di zona merah setelah dibuka melemah di level 760,880.
Transaksi perdagangan saham syariah di hari kedua usai libur lebaran ini kembali berkurang. Dengan 37,38 juta saham yang berpindahtangan, nilai transaksi jual beli saham syariah mencapai Rp 3,58 triliun. Turun dari posisi kemarin di Rp 4,99 triliun.
Pemodal asing hampir menarik seluruh dananya yang kemarin digelontorkan di pasar saham syariah Indonesia. Asing mencetak nett sell hingga Rp 436 miliar.
Mayoritas indeks sektoral " kebakaran" kali ini. Indeks infrastruktur dan barang konsumsi merosot paling tajam masing-masing turun 2,04 persen dan 1,25 persen.
Penguatan indeks industri aneka yang sebesar 0,03 persen dan properti 0,73 persen, tak mampu mengerem pelemahan perdagangan.
Ada lima emiten bluechip syariah terbesar yang menjadi pilihan investor untuk dikoleksi yaitu PTBA yang harga sahamnya naik Rp350, PTPP Rp130, TPIA Rp125, AALI Rp75, dan WIKA Rp30.
Sebaliknya, emiten JII top loser kali ini adalah UNVR yang harga sahamnya terkoreksi Rp700, LPPF Rp400, UNTR Rp350, AKRA Rp275, dan TLKM Rp200.
Di pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS justru menguat. Pada penutupan perdagangan, rupiah menguat 17 poin (0.13%) ke level Rp13.351 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya