BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Foto Wefie Cagub Dan Cawagub DKI Jakarta
Dream - Riuh proses Pilkada DKI Jakarta sepertinya hanya akan terjadi di sosial media. Ajang pemilihan orang nomor satu di ibukota ini yang diharapkan memacu ekonomi Jakarta justru diperkirakan tak sesuai harapan.
Hal ini terlihat dari perkiraan nilai transaksi yang dikeluarkan salam proses Pilkada DKI Jakarta. Angkanya terpaut jauh dari transaksi harian di ibukota.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta, Fadjar Majardi mengungkapkan total nilai transaksi selama Pilkada 2017 diperkirakan hanya mencapai Rp 1,1 triliun saja. Bandingkan dengan aktivitas ekonomi di Jakarta yang bisa mencapai Rp 6 triliun per harinya.
" Ekspektasi kami dampak ekonomi akan meningkat. Tapi dari beberapa simulasi yang dilakukan ternyata tidak akan berpengaruh banyak. Karena nilai transaksinya hanya kecil," kata Fadjar, di Kepulauan Seribu, mengutip laman beritajakarta.com, Senin,14 November 2016.
Menurut Fadjar mencatat nilai transaksi di Jakarta selama satu tahun bisa mencapai Rp 2.190 triliun. Sementara pelaksanaan Pilkada hanya berjalan selama tiga bulan saja.
" Jika dibandingkan transaksi tiga bulan di DKI bisa mencapai Rp 500 triliun lebih, sementara Pilkada hanya Rp 1,1 triliun saja, perbandingannya jauh. Jadi dampaknya kecil," ucapnya.
Fadjar memperkirakan rendahnya nilai ekonomi Pilkada DKI ini dipicu karena beberap hal. Mulai dari aturan baru yang membatasi pembuatan alat peraga kampanye. Para calon juga memilih berkampanye lebih banyak di media sosial (medsos).
" Ini juga merupakan dampak dari teknologi, penggunaan media sosial lebih banyak," tandasnya.
Berbeda dengan daerah lain, Pilkada di DKI ini juga hanya dilakukan untuk memilih gubernur dan wakil gubernur. Sementara wali kota dan bupati ditunjuk langsung oleh gubernur terpilih nantinya.(Sah)
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
