Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Jokowi pun menyampaikan apresiasi kepada Muhammadiyah yang telah berupaya mendinginkan suasana saat demo 4 November lalu.
Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan tidak akan melindungi Basuki Tjahaja Purnama dari tudingan penistaan agama. Dia pun berjanji tidak akan mengintervensi proses hukum terhadap calon orang nomor satu di ibukota itu.
"Saya tidak akan melindungi saudara Basuki Tjahaja Purnama pada saat masuk ke proses hukum," ucap Jokowi saat bertemu dengan pimpinan Muhammadiyah, di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 8 November 2016.
Selain penegasan sikap, Jokowi juga menyampaikan apresiasi kepada Muhammadiyah yang dianggap berperan mendinginkan suasana saat aksi demonstrasi pada 4 November lalu.
"Penghargaan dan apresiasi yang tinggi untuk Muhammadiyah pusat maupun daerah yang ikut memberikan kesejukan, yang ikut mendinginkan suasana, baik sebelum maupun sesudah demo," ucap dia.
Dalam kunjungan itu, Jokowi sempat berbincang masalah kebangsaan dengan Ketua Umum Muhammadiyah, Haedar Nashir dan Sekretaris Umum Abdul Mukti. Mereka membicarakan dua topik penting yaitu ekonomi kerakyatan dan politik Islam.
"Ekonomi kerakyatan akan dibahas lebih lanjut dengan PP Muhammadiyah, agar memunculkan aksi-aksi nyata yang konkrit sehingga bisa diterapkan di lapangan dengan baik," ucap dia.
"Politik Islam, diusulkan dari PP Muhammadiyah, bisa dikerjakan bersama-bersama antara pemerintah dan Muhammadiyah agar memberikan ruang dan saluran-saluran politik bagi umat Islam dan bisa mengembangkannya dengan baik," kata Jokowi.(Sah)