Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Menyentuh Hajar Aswad (alarabiya.net)
Selama ini Muslimah kesulitan mencium Hajar Aswad karena harus berdesakan dengan Muslim laki-laki.
Dream - Komite Urusan Islam di Dewan Syura Arab Saudi tengah membahas rencana alokasi waktu khusus bagi Muslimah, untuk mencium Hajar Aswad. Aturan ini terutama berlaku saat pelaksanaan haji dan umrah.
Ini merupakan usulan dari salah satu anggota komite yang memandang selama ini para Muslimah kesulitan mencium Hajar Aswad. Ini karena mereka harus berbaur dengan para Muslim.
Gagasan ini diusulkan oleh anggota komite, Modhi Aldeghaithar. Dia mengusulkan agar minimal para Muslimah punya waktu khusus tiga kali sehari dengan jeda waktu sekitar 2 jam agar mereka bisa mencium Hajar Aswad.
Gagasan ini tengah dalam pembahasan Dewan Syura Saudi. Kemungkinan besar, usulan ini akan mendapat persetujuan, seperti dilansir harian Saudi Okaz.
Umat Islam meyakini Hajar Aswad merupakan batu suci yang ditempatkan di sudut timur Kabah. Dalam sejarah Islam, batu itu diberikan oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Ibrahim AS saat membangun Kabah.
Awalnya, batu itu diyakini berwarna putih. Tetapi, lambat laun berubah warna menjadi hitam karena dosa-dosa manusia.
Mencium atau menyentuh Hajar Aswad merupakan amalan yang dianjurkan dikerjakan usai bertawaf mengelilingi Kabah. Tetapi, karena semakin banyak jemaah yang datang, maka amalan ini dibolehkan dijalankan dalam jarak jauh.
(Ism, Sumber: alarabiya.net)