Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Delapan tahun yang lalu, Taleb Mohammad Almahmoud mulai memberanikan diri mengimpor bir non-alokohol yang populer di Timur Tengah ke Malaysia. Siapa sangka, kini lebih dari 300 ribu botol bir halal Barbican dari Dubai sudah masuk ke negeri jiran setiap bulannya.
" Banyak orang Arab di sini dan mereka suka minum karena tak mengandung alkohol," kata pria kelahiran Suriah, Taleb. " Orang Malaysia juga menyukainya."
Popularitas produk halal seperti Barbican yang memenuhi prinsip Islami telah mendorong kenaikan indeks emiten makanan halal SAMI (SAMI Halal Food Index) sebesar 4,6 persen.
Kenaikan ini mengalahkan indeks Bloomberg World Food Index yang cuma naik 0,2 persen.
Tak hanya di sektor riil, ekspansi industri halal juga ikut menjalar ke pasar surat utang. Lembaga Malaysia International Islamic Financial Center (MIIFC) memperkirakan perusahaan-perusahaan yang menjalankan bisnis halal di bidang makanan, pakaian, wisata, dan kesehatan telah menjual tak kurang US$ 5 miliar surat utang syariah atau sukuk.
Outlook industri halal dunia bernilai US$ 2 triliun, termasuk bisnis pakaian dan entertainment, selama ini disokong populasi masyarakat muslim dunia. Pew Research mencetat pertumbuhan umat muslim naik dua kali lipat dibandingkan penganut atheis hingga 2030.
Tak heran dengan kondisi demografis tersebut membuat raksasa makanan asal Swiss, Nestle SA yang bergerak di bisnis makanan mie dan sereal begitu terpikat.
" Halal dan industri raksasa dan pertumbuhannya sangat masif," kata direktur lembaga konsultan keuangan Islami, Amanie Advisors Pty Ltd, Baiza Bain.
Menurut Bain, perusahaan-perusahaan semakin yakin untuk mengadopsi kebijakan inklusif yang akan membuat pangsa pasarnya semakin luar.
Untuk diketahui, masyarakat muslim dunia diperkirakan bakal menghabiskan US$ 2,47 triliun untuk belanja barang dan jasa halal pada 2018. Kondisi ini naik 52 persen dibandingkan posisi 2012 berdasarkan data MIFC.
" Hubungan antara keuangan syariah dan industri halal adalah saling menguntungkan," kata MIFC dalam laporannya seperti dikutip Dream dari laman Bloomberg.com, Jumat, 21 November 2014.
Nestle (Malaysia) Bhd telah mengekspor produknya ke 50 negara di dunia. Kini perusahaan bahkan akan mengirim produknya ke pasar Eropa dan Amerika Selatan. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya