Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Pemodal Cari Untung, Tren Naik Indeks Syariah Berakhir

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 20 November 2014 16:23
Pemodal Cari Untung, Tren Naik Indeks Syariah Berakhir
IHSG terpangkas 34,36 poin (0,67%) ke level 5.093,56. IHSG akhirnya kembali terlempar dari level 5.100.

Dream - Pasar modal Indonesia benar-benar babak belur setelah menguat tinggi dua hari terakhir. Aksi ambil untung investor ditambah sentimen variatif dari bursa regional membuat sejumlah indeks saham acuan terjun bebas.

Pemodal asing yang tiga hari terakhir melakukan aksi beli, kini justru berbalik menjual asetnya. Hingga sesi penutupan, asing mencetak nett sell hingga Rp 429,39 miliar.

Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 20 November 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 34,36 poin (0,67%) ke level 5.093,56. IHSG akhirnya kembali terlempar dari level 5.100.

Aksi terjun bebas yang ditunjukan IHSG tak terlepas dari melemahnya harga saham dari 201 emiten sementara 84 lainnya stagnan. Lantai bursa hanya dihuni 106 emiten yang bergerak di zona hijau.

Saham-saham di sektor indusri aneka memimpin pelemahan usai tersungkur 3,26 persen, diikuti infrastruktur 1,6 persen dan manufaktur 1,03 persen.

Sebaliknya, emiten-emiten sektor komoditas menjadi penahan laju pelemahan dimana saham pertanian menguat 1,43 persen dan pertambang 0,82 persen.

Pelaku pasar memperdagangkan sekitar 53,10 juta saham dengan dana bergulir hingga Rp 4,95 triliun.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG berada dalam tekanan. Indeks sama sekali tak sanggup keluar dari zona merah. IHSG menyentuh level terendah 5.071,44 dan tertinggi hanya di 5.126,27, lebih rendah dari penutupan kemarin di 5.127,93.

Tekanan jual pelaku pasar juga membawa indeks saham syariah tak berkutik di teritori negatif.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tekoreksi 1,16 poin (0,71%) ke level 163,46.

Sebanyak 131 emiten syariah menutup perdagangan di zona merah sedangkan 63 lainnya masih bisa menguat. Transaksi perdagangan mencapai Rp 3,39 triliun dari aksi jual beli 33,24 juta saham.

Pelaku pasar yang mencoba melakukan aksi beli jelang penutupan perdagangan tak cukup kuat membawa ISSI ke zona hijau. ISSI hanya sanggup menguat ke level tertinggi di 164,61.

Hal yang sama berlaku pada saham-saham bluechips syariah di lantai bursa Indonesia. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) ditutup melemah 6,05 poin (0,89%) ke level 672,59.

Emiten unggulan syariah didominasi koreksi harga saham yang dialami 18 emiten sementara separuhnya berhasil menguat.

Tersungkurnya IHSG dan indeks saham acuan lain kali ini terjadi di tengah gerak saham regional yang variatif. Nikkei Jepang dan Shanghai Composite masih sanggup menguat masing-masing 0,07 persen.

Sementara Hang Seng dan Strait Times bernasib sama dengan IHSG usai melemah 0,1 persen dan 0,66 persen.

Kurs rupiah yang diharapkan menguat usai kenaikan BI Rate justru tak terjadi. Rupiah sore ini terdepresiasi 27 poin (0,22%) menjadi 12.169 per dolar AS. (Ism)

Beri Komentar